Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 19:45 WIB
Fauzi Luncurkan Gerakan Peduli Sumur Resapan
Caroline Damanik | Selasa, 11 Maret 2008 | 17:46 WIB
|
Share:

JAKARTA, SELASA - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengimbau masyarakat untuk turut serta dalam gerakan Peduli Sumur Resapan dalam upaya menghindari turunnya permukaan tanah secara terus menerus akibat pemanfaatan air tanah yang tidak bijak. Pasalnya dari seluruh kebutuhan air di Jakarta, hanya 47 persen yang bisa dipenuhi oleh PDAM dan 53 persen sisanya harus dipenuhi melalui penggunaan air tanah.

"Lebih dari 53 persen penggunaan air di Jakarta diambil dari air tanah sehingga berakibat pada penurunan permukaan tanah setiap tahunnya. Selain itu kebutuhan air terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan kebutuhan sumur resapan makin mendesak. Saya kira butuh kerja sama dengan seluruh pihak untuk memiliki pemahaman ini," ujar Fauzi Bowo dalam acara peluncuran Gerakan Peduli Sumur Resapan: Selamatkan Air Tanah Jakarta di Senayan City, Selasa (11/3).

Menurut data hingga tahun 2007, 40 persen wilayah Jakarta memiliki ketinggian -3 hingga 7 meter di atas permukaan laut dengan laju penurunan mencapai 0,8 centimeter per tahun. Salah satu penyebab utamanya adalah tidak adanya proses pemulihan cadangan air tanah padahal setiap hari penduduk selalu memanfaatkan air tanah di Jakarta.

Menurut Kepala Dinas Pertambangan DKI Jakarta, Peni Susanti, saat ini pihaknya bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Pemprov DKI untuk berupaya menyosialisasikan gerakan ini. "Sampai sekarang sudah ada 500 peserta yang berasal dari Pemda, para pengembang, pengusaha, dan anggota-anggota asosiasi negeri maupun swasta. Belum terhitung keluarga-keluarga," ujar Peni.

Saat ini di Jakarta terdapat 44.581 sumur resapan dengan volume sebesar 326.498 meter kubik dan 17 titik diantaranya ada di Senayan City dimana peluncuran Gerakan Sumur Resapan dilakukan.