Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 19:49 WIB
TPU Karet Bivak Dipadati Ribuan Peziarah
Adi Sucipto | Rabu, 1 Oktober 2008 | 13:12 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/ KRISTIANTO PURNOMO
TPU Karet Bivak, Jakarta terlihat ramai peziarah yang ingin mengunjungi pemakaman sanak saudaranya, Rabu (1/10) usai menjalankan shalat ied. Berziarah ke pemakaman kerabat menjadi tradisi dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Laporan Wartawan Kompas Adi Sucipto

JAKARTA, RABU  - Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak Jakarta dibanjiri ribuan peziarah. Aus lalu lintas sepanjang jalan Pejompongan dari Kuningan, Tanah Abang dan Bendungan Hilir macet.

Banyak yang diuntungkan dari tradisi ziarah makam saat Lebaran ini. Tukang parkir memasang tarif dua kali lebih. Parkir mobil yang normalnya Rp 2.000 menjadi Rp 5.000. Pedagang bunga juga untung. Bunga untuk nyekar yang biasanya dijual Rp 3.000 kini dijual Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kantung plastik. Bahkan buah yang dikuas seperti mangga, nanas dan pepaya biasanya per kantung plastik Rp 1.000 hingga Rp 1.500 jadi Rp 2.000.

Seorang pedagang bunga Supriyati (34) bahkan berjualan bunga sambil menggendong anaknya Auzan yang baru dua bulan. Momentum Lebaran dimanfaatkan untuk mendapatkan rezeki lebih. "Biasanya saya jualan di Rawa Belong. Tapi hasilnya enggak sebesar sekarang. Kalau biasanya hanya 50 bungkus yang terjual kini bisa 200 bungkus," katanya.

Jupri (32) asal Pekalongan yang beristri warga Cirebon bersama istrinya ikut mengadu untung dengan jualan bunga. Jupri sehari-hari menjadi tukang ojek. Penghasilannya bersih antara Rp 30.000 hingga Rp 100.000 per hari. "Tapi saat jualan bunga menjelang puasa lalu saya bisa dapat Rp 500.000. Sekarang mungkin lebih banyak lagi," tutur ayah dua anak ini.

Tradisi ziarah juga dimanfaatkan ratusan pengemis baik anak-anak sampai lansia. Para peziarah bahkan sudah menyiapkan uang pecahan Rp 500an atau Rp 1.000an.