KUPANG, SELASA - Menjelang eksekusi mati terpidana bom Bali I, Amrozi, Imam Samudra dan Ali Gufron alias Muklas, Pemkot Kupang bersama instansi terkait melakukan razia Kartu Tanda Penduduk atau KTP di setiap ruas jalan. "Kita mewaspadai secara dini, jangan sampai ada pihak yang berniat jahat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban, atau mengadu domba warga Kota yang majemuk ini. Setiap orang yang baru masuk Kota Kupang perlu diwaspadai," kata Wali Kota Kupang, Daniel Adoe di Kupang, Selasa (4/11).
Menurut Adoe, NTT termasuk provinsi paling aman. Tetapi kelompok yang tidak bertanggung jawab atau teroris sering memanfaatkan konidisi itu untuk memperluas pengaruh mereka. Adoe mengimbau setiap RT/RW di Kota Kupang, melakukan pendataan terhadap setiap warga yang baru datang.
Jika ada warga baru tidak memiliki kartu identitas diri, dan kepribadian orang bersangkutan dicurigai, maka segera menghubungi aparat keamanan setempat. Warga pun diminta tidak boleh terprovokasi dengan isu isu miring yang sengaja dilontarkan pihak pihak yang tidak bertanggungjawab. "Setiap warga wajib menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing masing," katanya.
