Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:00 WIB
Bekasi Tak Punya Kawasan Resapan Air
| Sabtu, 15 November 2008 | 15:32 WIB
|
Share:

Bekasi, Warta Kota- Kota Bekasi ternyata tak mempunyai kawasan resapan air, sehingga belasan tahun ke depan dipastikan tak akan terhindar dari banjir. Sementara itu, rencana pembangunan daerah pengendalian banjir berupa penampungan air di Kecamatan Rawalumbu tak kunjung terwujud.  

”Pemkot tak punya kawasan resapan air. Resapan air yang ada saat ini adalah milik warga Kota Bekasi, sehingga kondisi itu bisa dengan cepat berubah. Sebab, banyak warga yang lebih memilih mendirikan bangunan di lahan-lahan kosong mereka,” kata Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Bekasi, Tjandra Utama, beberapa waktu lalu.

Selain tidak memiliki kawasan resapan air, lanjut Tjandra, rencana pembangunan pengendalian banjir berupa penampungan air seluas 12 hektar di wilayah Kampung Cipendawa, Kecamatan Rawalumbu yang bersinggungan dengan Kali Bekasi belum juga terealisasi. Rencananya, tempat penampungan air tersebut juga akan digunakan sebagai titik pengendalian air Kali Bekasi.

Pada 2007 lalu Pemkot Bekasi mengajukan anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk pembebasan lahan di Cipendawa yang akan digunakan sebagai lokasi penampungan air. Namun rencana tersebut tidak ditanggapi oleh DPRD Kota Bekasi. Bahkan kelanjutan rencana itu tidak terdengar gaungnya di tahun 2008 ini.

”Kami akan tetap mengupayakan permohonan dana untuk pembebasan lahan di Cipendawa tersebut pada anggaran belanja 2009. Sebab, lokasi penampungan air seluas 12 hektar itu diyakini bisa mengendalikan air dan mengurangi dampak banjir kiriman dari Bogor melalui Kali Cikeas dan Kali Cileungsi, yang keduanya menyatu menjadi Kali Bekasi,” jelas Sekdakot.

Lebih lanjut dipaparkan, rencana pembangunan penampungan air di tepi Kali Bekasi itu sudah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya bertugas melakukan pembebasan lahan, sementara pemerintah pusat yang akan melakukan kegiatan pembangunan.

”Tetapi karena Kota Bekasi hingga saat ini belum memiliki anggaran, akhirnya proses pembebasan lahan masih belum bisa dilakukan dan rencana itu pun belum terealisasi,” kata Tjandra.

Perbaikan saluran

Meski rencana pembangunan lokasi penampungan air itu belum terwujud, Pemkot Bekasi terus berupaya mengurangi dampak banjir yang kerap timbul di sejumlah wilayahnya. Langkah yang diambil antara lain perbaikan saluran air yang ada. Hingga saat ini, Dinas Pekerjaan Umum Kota Bekasi masih mengerjakan penurapan Kali Bekasi. Hal yang sama dilakukan di sejumlah kali seperti Kali Cakung dari Harapanbaru hingga Jatikramat.

Selain itu, Pemkot Bekasi juga telah membangun pintu air di Pintu Air Asrama Haji Bekasi untuk mengendalikan air dari Kali Bekasi yang biasa meluap ke Kompleks Perumahan Kejaksaan, Perumnas II, dan Perumahan Departemen Keuangan di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan

Sementara itu kerapnya banjir yang melanda Perumahan Kartini, Pondok Hijau Permai, dan Perumnas III, Bekasi Timur, disebabkan wilayahnya yang rendah.

”Karena itu, untuk wilayah Perumahan Kartini sudah kami sediakan pompa air untuk mengurangi air yang menggenangi wilayah itu dengan membuang ke Kali Bekasi. Namun, kondisi itu tidak bisa dilakukan jika kondisi Kali Bekasi debit airnya besar” tutur Tjandra. (mur)

Sumber :
Warta Kota