Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 19:52 WIB
Soal Rokok, Depkes Dinilai Tak Punya "Gigi"
Caroline Damanik | Selasa, 6 Januari 2009 | 11:03 WIB
|
Share:

JAKARTA, SELASA — Merujuk kepada pengalaman sepanjang tahun 2008, Departemen Kesehatan dinilai tak memiliki gigi untuk mengupayakan pembatasan rokok di tengah-tengah masyarakat.

Tak tampak pula niat untuk meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Padahal, berbagai penyakit akibat kebiasaan merokok terus meningkat pada tahun 2008.

"Depkes dianggap tidak punya kepemimpinan untuk mengupayakan ini (pembatasan rokok). Padahal di luar negeri, Depkes yang punya kekuatan besar untuk melarangnya," ujar Hasbullah Tabrani dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dalam diskusi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta, Selasa (6/1).

Hasbullah bahkan mengatakan permasalahan rokok sangat memalukan bagi Indonesia di mata internasional. Ia mencatat stroke, hipertensi, diabetes, dan karsinoma merupakan empat penyakit dengan tingkat penderita terbanyak di 2008 masih harus diwaspadai di tahun 2009.

Stroke sendiri sebagian besar disebabkan oleh kebiasaan hidup yang buruk dan penyebab tertinggi adalah kebiasaan merokok. "Tapi tidak ada anggaran yang memadai di Depkes untuk mengurangi laju pengurangan penyakit tidak menular, seperti stroke, hipertensi, diabetes, dan karsinoma," ujar Hasbullah. "Di sini (Indonesia), kita sangat memalukan soal rokok," lanjut Hasbullah.