Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 19:54 WIB
Setiap Tahun, 250.000 Pelajar Tak Lulus UN
Kris R Mada | Jumat, 16 Januari 2009 | 13:32 WIB
|
Share:

Tribun Batam/ Aprizal
Soal Ujian Nasion mata pelajaran matematika untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diujikan Rabu (23/4) di Batam provinsi Kepulauan Riau telah bocor dan beredar sejak Selasa kemarin. Isi dalam soal ini sama persis dengan pertanyaan-pertanyaan yang dihadapi peserta UNI, pagi ini. Tampak pelajar SMK Batam sedang mengikuti ujian.

TERKAIT:

Laporan Wartawan Kompas Kris R Mada

SURABAYA, JUMAT —
Sejak mulai diselenggarakan pada 2004, rata-rata 250.000 peserta ujian nasional tidak lulus setiap tahunnya. Namun, hal itu tidak menyurutkan niat pemerintah mempertahankan ujian nasional.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional Baharuddin Tola mengatakan, 5 persen peserta UN mendapat nilai rata-rata sama dengan atau lebih kecil dari 5,00. Padahal, untuk lulus UN pelajar harus mendapatkan nilai rata-rata 5,00.

"Nilai rata-rata ini terus naik setiap tahun. Dengan menaikkan batas nilai, kualitas akan terpacu untuk naik," ujarnya dalam sosialisasi UN di Surabaya, Jumat (16/1).

Setiap tahun, UN SMP hingga SMA dan sekolah sederajat diikuti paling sedikit 5 juta pelajar. Dengan demikian, 5 persen dari 5 juta atau 250.000 pelajar tidak lulus UN karena nilainya lebih kecil atau sama dengan 5,00.

"Kondisi pendidikan dan kualitas pelajar memang heterogen," tuturnya. Namun, yang menggembirakan, mayoritas pelajar Indonesia mendapatkan nilai rata-rata 5,5 hingga 9,00.

Hal itu menunjukkan secara umum kualitas pendidikan dan pelajar di Indonesia sudah cukup baik. "Tetapi, ini baru diukur dari hasil UN. Pengukuran kualitas pendidikan butuh banyak variabel," tuturnya. (RAZ)