JAKARTA, KAMIS — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan bencana banjir di Jakarta berkurang 75 persen pada tahun 2016 mendatang atau sekitar tujuh tahun ke depan.
40 persen di antaranya berasal dari program pengerukan 13 kali dan 56 saluran serta Banjir Kanal Timur (BKT) dan Banjir Kanal Barat (BKB). BKT dan BKB ditargetkan akan berfungsi mulai tahun 2011. Sementara itu, 35 persen pengurangan banjir berkat program pembangunan saluran terowongan penghubung antara BKT dan BKB, rehabilitasi waduk dan situ, serta pembangunan Waduk Pluit.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, untuk mengurangi banjir di Jakarta, Pemprov DKI telah merencanakan program dalam tiga tahap. Tahap pertama, pengerukan 13 kali yang akan dimulai April mendatang. Pengerukan ini menggunakan dana pinjaman dari Bank Dunia sebesar Rp 150 juta dollar AS, dengan perincian Rp 5 juta dollar AS untuk pembelian alat keruk besar, dan sisanya untuk biaya operasional di lapangan.
Dalam tahap kedua, Pemprov DKI akan melakukan pengerukan terhadap 56 saluran air, dan program ini tidak disatukan dengan tahap pertama. Sebab, anggaran yang digunakan berbeda. Untuk tahap kedua menggunakan dana dari APBD DKI 2009. Anggaran yang akan digunakan dalam program pengerukan saluran air dan drainase ini sebanyak Rp 199,5 miliar.
Pengerukan ini penting karena hampir seluruh saluran di Jakarta tertutup lumpur. “Lumpur itu harus kita keruk. Jika sudah dikeruk memungkinkan daya tampung masing-masing saluran dapat kembali pada volume semula,” kata Fauzi Bowo seusai mengunjungi pasien DBD di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).
Program pengerukan kali dan drainase tersebut ditargetkan selesai tahun 2011 beriringan dengan selesainya pembangunan BKB dan BKT. “Dengan begitu, maka tekanan banjir di Jakarta akan bisa dikurangi sebanyak 40 persen. Itu tahap pertama,” ujarnya.
Tahap ketiga, sambungnya, Pemprov DKI Jakarta akan membuat saluran terowongan penghubung antara BKB dan BKT, rehabilitasi waduk dan situ, serta pembangunan Waduk Pluit. Ketiganya ditargetkan selesai pada tahun 2016 dan diharapkan dapat menambah 35 persen lagi dalam mengurangi banjir. Dengan demikian, pada tahun 2016 banjir di Ibu Kota dapat berkurang 75 persen. “Ini bukan mimpi, tetapi sudah ada perhitungannya. Sekali lagi masyarakat harus membantu dengan tidak buang sampah di saluran yang sudah dibersihkan,” katanya.
Mudah-mudahan Pak...


