Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 19:57 WIB
Laundri, Bergabung di Asosiasi Lebih Menguntungkan
Lukas Adi Prasetyo | Senin, 23 Februari 2009 | 21:17 WIB
|
Share:

KOMPAS/PINGKAN ELITA DUNDU
Bisnis laundry kiloan diminati masyarakat belakangan ini. Kios Cuci, salah satu laundry kiloan di Jalan Kebon Mangga, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ini, setiap hari mampu melayani 100 kilogram cucian. Ani, pemilik laundry itu, sedang menimbang cucian dari salah seorang konsumen.

YOGYAKARTA, SENIN - Dari 200 lebih usaha laundri di DIY, baru 21 usaha yang mau bergabung dalam Asosiasi Laundry Kiloan Jogjakarta (Alkijo). Padahal, banyak manfaat bergabung dalam Alkijo.

Hal itu dikatakan Iwan Nugroho, Divisi Maintenance Alkijo, Senin (23/2). Menurut dia, ada nya Alkijo menandakan usaha ini masuk sebagai usaha kecil menengah (UKM), yang bisa mendapat kucuran bantuan pemerintah.  

Juga, apabila terdaftar sebagai UKM, ada peluang untuk bekerja sama dengan banyak pihak, dari perusahaan sabun cuci hingga pabrik mesin cuci . Alkijo sudah melakukan itu, ujarnya,

Avianto, Pembina Alkijo, menyebut banyak usaha laundri tak mau bergabung dengan Alkijo karena Alkijo menerapkan sejumlah syarat. Yang terberat adalah standar harga minimal Rp 3.000 per kg.

Perang harga seperti sekarang sehingga banyak yang mematok tarif Rp 2.500 per kg, tentu berdampak pada pelayanan dan kualitas. "Kalau toh kualitas bisa didapat, dan itu pasti sulit dengan tarif segitu, saya yakin para pekerjanya yang ditekan dan hanya mendapat gaji di bawah upah minimum," ujar Avianto.