Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 19:57 WIB
Kecelakaan
Tabrak Motor, Bus AKAP Dibakar Massa
| Selasa, 24 Februari 2009 | 01:12 WIB
|
Share:

Serang, Kompas - Sebuah bus antarkota antarprovinsi jurusan Labuan-Kalideres dibakar massa setelah menabrak sepeda motor di Jalan Lintas Pakupatan-Palima, tepatnya di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Desa Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, Senin (23/2) siang. Seorang pengendara sepeda motor tewas dan seorang lainnya luka parah, sementara sopir dan awak bus melarikan diri.

Korban tewas bernama Susi Fadilah (14) dan korban luka bernama Siti Hindun (15). Keduanya merupakan warga Desa Cilaku, Kecamatan Curug, yang masih duduk di bangku SMP.

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, kecelakaan itu berawal saat Susi dan Hindun pergi ke toko fotokopi di depan kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten. Keduanya berangkat dengan menumpang sepeda motor Vario dari arah Cilaku menuju Palima.

Namun, sebelum sampai di tempat fotokopi, sepeda motor yang ditumpangi kedua gadis remaja itu ditabrak bus Asli Prima yang melaju kencang dari arah Terminal Pakupatan menuju Palima. Bus sarat penumpang itu menabrak dari arah belakang hingga sepeda motor beserta penumpangnya masuk ke bagian bawah bus.

”Kejadiannya sekitar jam 14.00,” kata Anto, pekerja proyek pembangunan Pusat Pemerintahan Provinsi.

Warga yang melihat kecelakaan itu langsung berdatangan ke lokasi kejadian yang berada di depan gedung DPRD Banten. Sebagian warga langsung membawa kedua korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang untuk mendapatkan perawatan.

Namun, Susi tewas setelah beberapa saat tiba di RSUD Serang. Hasil visum menunjukkan Susi tewas karena mengalami luka serius di bagian belakang kepala akibat benturan keras. Sementara Siti masih dirawat di instalasi gawat darurat karena mengalami luka parah.

Massa marah

Sementara sebagian warga lain langsung menghentikan bus Asli Prima, yang terkenal sering ugal-ugalan di jalan. Melihat warga marah, para penumpang bus AKAP itu langsung berhamburan ke luar. Melihat situasi itu, sopir dan awak bus Asli Prima langsung melarikan diri.

Massa melampiaskan kemarahan mereka dengan cara memukul kaca dan merusak bagian bus lainnya. Sebagian warga kemudian menghentikan sebuah truk besar yang kebetulan melintasi lokasi kejadian.

Mereka memaksa sopir truk untuk mendorong bus ke lahan kosong di depan pintu gerbang Pusat Pemerintahan Provinsi. Tidak berhenti begitu saja, warga kemudian membakar bus setelah menyiram bensin di bagian belakang bus.

Sejumlah warga mengaku kesal karena bus jurusan Labuan-Kalideres itu selalu melaju dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan. Sudah banyak pengendara sepeda motor yang terserempet dan tertabrak bus saat melintasi Jalan Pakupatan-Palima itu.

Atas kejadian itu, polisi memeriksa 13 warga yang diduga terlibat pembakaran bus Asli Prima. ”Kami juga sudah mengamankan dua warga yang diduga sebagai pelaku utama pembakaran,” kata Kepala Kepolisian Resor Serang Ajun Komisaris Besar Indra Gautama. (nta)