DHONI SETIAWAN | Jumat, 27 Februari 2009 | 20:30 WIB
|
Share:
DHONI SETIAWAN
Tim Forensik dari Rumah Sakit Polri Pusat Sukanto memeriksa ruang operasi saat mencari barang bukti praktek aborsi di klinik milik Atun, Jalan Percetakan Negara II, Jakarta Pusat, Jumat (27/2). Aparat juga membongkar saluran septic tank dan kamar mandi yang diduga menjadi tempat pembuangan janin.
DHONI SETIAWAN
Tim Forensik dari Rumah Sakit Polri Pusat Sukanto tengah membongkar kamar mandi yang terletak di lantai dua tempat praktek aborsi milik Atun, Jalan Percetakan Negara II, Jakarta Pusat, Jumat (27/2). Aparat juga membongkar septic tank serta memeriksa beberapa ruang perawatan pasien.
DHONI SETIAWAN
Tim Forensik dari Rumah Sakit Polri Pusat Sukanto tengah memeriksa ruang USG di tempat praktek aborsi milik Atun, Jalan Percetakan Negara II, Jakarta Pusat, Jumat (27/2). Aparat juga membongkar septic tank, kamar mandi serta memeriksa beberapa ruang perawatan pasien.
DHONI SETIAWAN
Tim Forensik dari Rumah Sakit Polri Pusat Sukanto tengah mencari saluran septic tank di tempat praktek aborsi milik Atun, Jalan Percetakan Negara II, Jakarta Pusat, Jumat (27/2). Aparat juga membongkar kamar mandi serta memeriksa beberapa ruang perawatan pasien.
JAKARTA, JUMAT — Sebuah rumah di Jalan Percetakan Negara II, Jakarta Pusat, terungkap menjadi tempat praktik aborsi. Praktik ilegal tersebut diperkirakan telah berlangsung selama 10 tahun dan ribuan janin sudah menjadi korban.
Praktik tersebut berhasil diungkap setelah petugas kepolisian dari Polsek Johar Baru melakukan penggerebekan pada Kamis (26/2) pagi. Lima orang telah dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.
Untuk mencari barang bukti, polisi melakukan pemeriksaan ke dalam rumah tersebut. Sepanjang Jumat siang hingga malam, penyidik telah mengumpulkan bukti-bukti dari beberapa ruang perawatan pasien.
Tim Forensik dari Rumah Sakit Polri Pusat Sukanto juga dilibatkan untuk mencari jejak janin hasil aborsi dengan membongkar kamar mandi yang terletak di lantai dua serta septic tank dan saluran air di lantai 1.