JAKARTA, JUMAT — Setelah melakukan penggalian, Jumat (27/2), dari pukul 15.00 di klinik aborsi Jalan Percetakan Negara II, Jakarta Pusat, petugas Polsek Johar Baru akhirnya menemukan embrio sebanyak 5 botol tes urin. Embrio tersebut ditemukan di saluran air yang terhubung dengan ruang "eksekusi" di lantai 3 klinik aborsi milik Atun.
"Tadi kami menyaring embrio dengan menggunakan ayakan sehingga didapat 5 botol embrio yang dimasukkan dalam botol tes urin," ujar Kapolsek Johar Baru, Kompol Theresia, kepada wartawan, Jakarta, Jumat (27/2). Embrio-embrio itu ditemukan sudah berbau busuk.
Sebelumnya, Kompol Theresia menduga, klinik aborsi milik Atun telah melakukan aborsi minimal 1.000 janin per tahun. Klinik tersebut diperkirakan sudah beroperasi selama 10 tahun.
Menurut dia, Atun dan dokter Agung Waluyo selaku eksekutor telah tergabung dalam sindikat praktik aborsi. Atun dan Agung diduga tergabung di sindikat aborsi Jalan Cimandiri (Menteng) dan Jalan Raden Saleh, Jakarta.
