Kamis, 23 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Februari 2012 | 16:34 WIB
Penyidikan Aborsi Lanjut ke Dua Rumah Mewah
Rita Ayuningtyas | Jumat, 27 Februari 2009 | 21:38 WIB
|
Share:

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Warga penasaran melihat klinik aborsi yang telah diberi garis polisi di Jalan Percetakan Negara II Blok A No B20, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (27/2). Klinik aborsi tersebut diduga telah beroperasi selama 10 tahun lebih dan terorganisir.

TERKAIT:

JAKARTA, JUMAT — Penyidik dari Polsek Johar Baru tidak hanya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di klinik aborsi yang terletak di Jalan Percetakan Negara II Jakarta Pusat. Setelah melakukan pemeriksaan dan pembongkaran saluran air, malam ini penyidikan juga dilanjutkan ke dua rumah mewah milik Atun.

Salah satunya terletak tak jauh dari klinik aborsi berada. Polisi masih mencari barang bukti praktik aborsi yang diperkirakan telah berlangsung 10 tahun dan melayani 1000 kali aborsi per tahun.

Sejauh ini, tim Polsek Johar Baru telah membongkar tiga titik di klinik milik Atun. Dua titik itu adalah saluran air di teras dan WC di lantai dua. Selain itu, tim juga membongkar saluran air yang terhubung ke ruang eksekusi di lantai tiga. Di saluran air itu, ditemukan embrio-embrio yang telah membusuk.

Sementara itu, salah satu tersangka yang juga pemilik klinik, Atun alias Siska, dipindahkan ke Polsek Johar Baru karena mengalami depresi. Sebelumnya, Atun diinterogasi oleh pihak kepolisian karena bersikap tidak kooperatif kepada tim penyidik dalam proses olah TKP.

Namun, Kapolsek Johar Baru menyangsikan kondisi Atun. "Ah, itu hanya permainan otak saja. Saya tidak percaya," ujar Kapolsek Johar Baru Kompol Theresia kepada wartawan, Jakarta, Jumat (27/2) malam.