JAKARTA, SABTU - Utami Sandyarani dari SMA St Ursula BSD Tangerang akhirnya terpilih sebagai pemenang pertama Lomba Karya Tulis Ciliwung Impianku dengan tulisan berjudul 'Mimpi Ciliwung'. Gadis berusia 17 tahun ini mengusung pendekatan kemanusiaan dalam karya tulisnya untuk mewujudkan Ciliwung yang bersih dan indah.
"Menurut aku, untuk membuat lingkungan Ciliwung yang bersih itu nggak perlu gusur-gusuran supaya mata kita nggak sepet. Di situ kan bukan hanya ada sampah tapi juga manusia yang juga memperoleh penghasilan dari Ciliwung," ujar Utami ketika menunggu pengumuman juri di Gedung Kompas Gramedia Jakarta, Sabtu (28/2).
Bagi Utami, penggusuran bukanlah jalan terbaik. Namun, bagaimana memperbaiki lingkungan dan tempat tinggal masyarakat di bantaran kali. Bahkan, di atas itu, mental dan pendidikan masyarakat yang tinggal di kawasan itu pun harus dibangun.
Selain itu, Utami juga merekomendasikan pembangunan rumah panggung Betawi yang juga meminimalisir terjadinya kembali resiko banjir.
Kala finalis lainnya membandingkan upaya pembangunan Ciliwung dengan upaya yang dilakukan di Sungai Thames di Inggris atau Sungai Venesia, Utami merujuk kepada Kali Code yang diupayakan oleh tokoh masyarakat Romo Mangun.
"Dari pengalaman Kali Code, upaya memperbaiki nggak terlalu melibatkan pemerintah. Tapi perlu kepemimpinan dari tokoh masyarakat," tutur Utami.
Oleh karena itu, gadis berdarah Jawa-Padang ini berjanji akan sering-sering mengunjungi kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan yang dikunjunginya ketika ingin melihat langsung kondisi masyarakat di bantaran kali.
"Pas berkunjung ke sana, jadi ngerasa miris kalau ternyata orang-orang di situ hidup tidak layak," ujar Utami.
"Setelah ini, aku rencana bakal sering-sering main ke Sanggar Ciliwung, ngajarin anak-anak kecil di sana baca tulis atau bahasa Inggris," lanjut perempuan bertubuh jangkung ini.
