Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 07:16 WIB
Punya Rp 100.000 Bisa Masuk UI
| Selasa, 3 Maret 2009 | 04:34 WIB
|
Share:

KOTA, SENIN — Calon mahasiswa kurang mampu yang lolos Seleksi Masuk Universitas Indonesia (Simak UI) dan jalur seleksi lainnya tak perlu khawatir. Pasalnya, UI hanya mematok biaya pendidikan Rp 100.000-Rp 7,5 juta untuk program studi IPA dan Rp 100.000-Rp 5 juta untuk IPS per semester.

Bahkan, walaupun UI membuka berbagai jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru, seperti Simak UI yang diselenggarakan UI sendiri, Ujian Masuk Bersama (UMB) yang digelar Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) atau Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang digelar pemerintah tidak ada perbedaan biaya pendidikan di universitas negeri terkemuka ini. 

”Kalau sudah diterima di UI, walaupun jalurnya berbeda, tidak ada diskriminasi biaya,” kata Wakil Kepala Humas UI Devie Rahmawati, Senin (2/3). Ia menjelaskan, seleksi masuk UI melalui berbagai jalur itu hanya berbeda mekanismenya. Seperti Simak UI yang diselenggarakan secara mandiri, biaya pendidikannya sama dengan ujian yang diselenggarakan pemerintah atau Perhimpunan SPMB.

Uang masuk UI juga ditetapkan sama. Mahasiswa yang diterima di program studi IPA dikenai biaya masuk maksimal Rp 25 juta dan mahasiswa yang diterima di IPS dikenai maksimal Rp 15 juta. Namun, untuk mendapatkan biaya minimal di UI harus mengikuti serangkaian seleksi, misalnya administrasi dan hasil survei atau penyelidikan UI.

Calon mahasiswa yang sudah lolos seleksi dapat mengajukan keringanan biaya pendidikan ke UI. ”Kalau mampunya Rp 100.000 tidak masalah. Tahun lalu ada 56 mahasiswa yang membayar Rp 100.000 per semester. Namun, untuk mengajukan keringanan biaya harus jujur, tidak boleh bohong. Jangan mampu, tapi mengaku tidak mampu,” ujarnya.

Devie mengatakan, mahasiswa yang mengajukan keringanan biaya pendidikan akan diteliti pihak UI hingga ke tempat tinggalnya. Jika mahasiswa ketahuan berbohong, UI akan mengenakan sanksi, yakni mahasiswa tersebut harus membayar biaya pendidikan dua kali lipat daripada biaya tertinggi di program studinya selama setahun dan membayar dua kali lipat uang masuk tertinggi di program studinya.

Devie menjelaskan, Simak UI yang digelar pada Minggu (1/3) menerapkan kemudahan bagi calon mahasiswa dalam mengikuti seleksi masuk. Alasannya, dengan biaya pendaftaran seleksi yang berkisar Rp 200.000 hingga Rp 500.000, calon mahasiswa bisa memilih hingga delapan jurusan dari program strata berbeda.

Misalnya, calon mahasiswa bisa memilih program strata S-1 atau diploma. Selain itu, calon mahasiswa tidak perlu mengikuti ujian seleksi di UI, melainkan di 35 kota di Indonesia dan 1 kota di luar negeri, yakni Kuala Lumpur, Malaysia.

UI memberikan porsi kursi untuk Simak UI hingga 56 persen dari daya tampung mahasiswa program S-1, Diploma III, dan S-3. Simak UI diikuti 78.965 orang untuk memperebutkan 6.240 kursi mahasiswa.

”Porsi Simak UI di UI lebih besar karena UI menyelenggarakan sendiri dengan kualitas sesuai ukuran UI,” ujarnya. Untuk keseluruhan program S-1, UI menyediakan 5.000 kursi, sekitar 5 persen disediakan untuk mahasiswa yang lulus UMB dan 18 persen untuk mahasiswa yang lulus SNMPTN. (tan)

Sumber :
Warta Kota