Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 20:02 WIB
MRT Dipercepat
| Sabtu, 21 Maret 2009 | 05:49 WIB
|
Share:

KOMPAS/M CLARA WRESTI
Suasana di Stasiun MRT Zhongxiao Fuxing, Taipei. Walaupun stasiun bawah tanah itu selalu ramai, semua penumpang menjaga kebersihan dan ketertiban karena mereka sadar alat transportasi itu untuk kepentingan bersama.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat tahap-tahap pembangunan mass rapid transit agar dapat beroperasi tahun 2016. Stasiun-stasiun MRT juga akan diintegrasikan dengan tata ruang di sekitarnya melalui penyediaan akses transportasi lokal dan tempat parkir.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Jumat (20/3) di Balaikota DKI Jakarta, mengatakan, pemerintah pusat sudah setuju mencairkan pinjaman tahap kedua untuk pembangunan mass rapid transit (MRT). Pinjaman sebesar 450 juta dollar AS dari Japan Bank for International Corporation akan diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemprov DKI pada akhir Maret.

Penyusunan desain pembangunan MRT yang dijadwalkan selesai dalam 14 bulan dipercepat menjadi 10 bulan. Penyusunan desain pembangunan, yang akan dimulai April, harus selesai pada Februari 2010.

Proses tender proyek pembangunan juga dipercepat dua bulan supaya selesai pada akhir 2010. Pembangunan fisiknya baru dimulai pada awal 2011 dan harus selesai 2016.

”Sesuai jadwal, MRT akan beroperasi pada akhir 2016. Namun, Pemprov mengusahakan percepatan pada awal 2016,” kata Fauzi Bowo.

Fauzi mengatakan, setelah sempat molor karena beberapa hambatan teknis, Pemprov kembali mempercepat pembangunan MRT untuk mengatasi kemacetan Jakarta. Dua tahun lalu, saat pembangunan MRT dimulai, target beroperasinya angkutan massal berbasis rel itu adalah 2015. Namun, jadwal berubah menjadi 2016 dan dipaksa dipercepat agar tidak terus molor.

Integrasi

Supaya lebih efektif untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, kata Fauzi, MRT akan diintegrasikan dengan tata ruang di kawasannya. Integrasi diwujudkan dengan pembangunan jalan menuju stasiun atau menyediakan angkutan umum lain yang memudahkan warga datang atau meninggalkan stasiun MRT.

Di sisi lain, Pemprov juga akan membangun tempat parkir di stasiun dan trotoar yang memadai untuk mengakses stasiun MRT. Dengan cara ini, warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar jalur MRT dapat merasakan manfaat langsungnya.

Warga yang tinggal agak jauh, kata Fauzi, juga dapat meninggalkan kendaraan pribadi dan mengakses MRT dengan angkutan umum pendukung. Pemilik kendaraan pribadi juga dapat memarkir kendaraan di dekat stasiun.

”Jika integrasi MRT dan tata ruang dapat dilakukan, kemacetan di sekitar ruas Lebak Bulus sampai Dukuh Atas akan banyak berkurang,” kata Fauzi.

Selain MRT, Pemprov juga akan merevitalisasi jalur lingkar kereta api (loop lane) yang sudah lama tidak efektif. Jalur itu mulai dari Tanah Abang menuju Kota, Senen, dan sampai ke Dukuh Atas. Revitalisasi itu akan dilakukan bersama dengan PT Kereta Api Jabotabek dan bakal selesai pada 2012. Jalur yang dilintasi sangat strategis sehingga pergerakan kendaraan pribadi akan berkurang banyak.

Di sisi lain, jalur lingkar kereta api akan memudahkan pergerakan penumpang setelah turun di Stasiun MRT Dukuh Atas. Dengan demikian, penumpang dapat leluasa bepergian ke lokasi tujuan tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

Sumber :
Kompas Cetak