Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 20:02 WIB
Puluhan Bangkai Pohon Teronggok di Anak Kali Ciliwung
| Selasa, 24 Maret 2009 | 07:19 WIB
|
Share:

DOKUMENTASI BERITA JAKARTA
Salah satu diantara puluhan bangkai pohon berdiameter 40-60 sentimeter yang teronggok di anak kali Ciliwung yang berada di Kelurahan Pegangsaan, Menteng.

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya keras Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menciptakan keindahan wilayah melalui program kali bersih (prokasih) nampaknya tidak didukung unit-unit teknis terkait. Buktinya, puluhan bangkai pohon berdiameter 40-60 sentimeter terlihat teronggok di anak kali Ciliwung yang berada di Kelurahan Pegangsaan, Menteng.

Pengakuan sejumlah warga di RW 02 dan RW 03 Kelurahan Pegangsaan, bangkai-bakai pohon tersebut sudah teronggok selama delapan bulan. Dan bangkai-bangkai itu adalah batang-batang pohon yang jatuh ke sungai saat ditebang Dinas PU DKI untuk melakukan turap anak kali Ciliwung pada pertengahan tahun lalu.

"Setelah ditebang, sebagian bangkai pohonnya dibiarkan begitu saja. Warga sudah meminta kepada petugasnya, tapi tidak pernah dihiraukan dan sampai saat ini bangkai pohon itu tidak pernah diangkut ke permukaan," ujar Sanusi, salah seorang warga setempat, kemarin.

Jika tidak segera diangkat ke permukaan, sambung Sanusi, warga khawatir akan mengganggu aliran air. Dan tidak menutup kemungkinan juga bisa menyebabkan banjir. Dari pantaun di lokasi, bangkai pohon itu mencapai puluhan, sebagian besar berjenis pohon angsana.

Saat dikonfirmasi, Wakil Camat Menteng, Bayu Meganthara, mengatakan, yang berwenang untuk mengangkat bangkai pohon tersebut ke permukaan adalah Dinas PU DKI. Dan terkait hal ini, sejatinya pihak Kelurahan Pegangsaan sudah membuat laporan secara tertulis kepada Dinas PU DKI agar segera membersihkan bangkai-bangkai pohon tersebut.

Bayu mengatakan, keberadaan bangkai-bangkai pohon tersebut memang sangat mengganggu pemandangan. Tapi untungnya, kawasan tersebut saat ini bukan bagian dari titik penilaian Adipura 2009.

Di Kecamatan Menteng, sambung Bayu, sedikitnya ada 18 titik pantau penilaian Adipura. Diantaranya, Taman Menteng, Situ Lembang, Taman Suropati, Stasiun Sudirman, Stasiun Cikini, Jl Sabang, Jl Kebon Sirih, Jl Teuku Umar, Jl Diponegoro, Jl Cikini Raya, Jl Surabaya, Kali Gresik, Kantor Kelurahan Gondangdia, lokasi Komposting Gondangdia, SDN 02 di Jl Tegal, SMPN 1 Cikini, dan Puskesmas Kecamatan Menteng.

Terkait keberadaan bangkai-bangkai pohon tersebut, Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, mengaku sangat kecewa. Ia merasa program kali bersih yang dicanangkan Pemkot Jakpus kurang mendapat dukungan oleh unit teknis lainnya. Padahal, program tersebut untuk kepentingan bersama. Karenanya, ia berjanji akan segera menindaklanjuti kasus tersebut. Bahkan ia mengaku akan segera mengecek ke lapangan.