Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 06:33 WIB
Kesedihan Landa Keluarga Korban yang Hilang
Rosdianah Dewi | Jumat, 27 Maret 2009 | 15:08 WIB
|
Share:

Rosdianah Dewi
Petugas PMI melakukan pertolongan pada seorang ibu yang pingsan akibat sampai saat ini bayinya yang berusia 26 bulan belum ditemukan

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kesedihan mendalam bukan hanya dirasakan oleh keluarga korban yang meninggal akibat tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung, Ciputat, Tangerang. Keluarga dari para korban yang dinyatakan hilang pun tak kalah sedihnya. Mereka sangat khawatir akan keselamatan orang-orang yang mereka cintai.
 
Cemas, sedih, dan bingung. Itulah yang kini tengah dirasakan Nanih. Perempuan berusia 40 tahun ini begitu terpukul karena hingga kini sang suami, anak perempuan, mantu, dan cucunya yang berusia dua tahun belum ditemukan. "Saya tidak tahu nasib mereka bagaimana," isak Nani. 

Nani sendiri luput dalam bencana mengerikan tersebut karena pada saat kejadian ia sedang di pasar. Nani yang setiap harinya berbelanja ke pasar pukul 06.00, pagi tadi (27/3) mengubah kebiasaannya itu. "Pagi ini saya berangkat ke pasar jam 04.30, takut kehabisan belanjaan, ini kan musim liburan," terang Nani. 

Selesai belanja pukul 05.30, Nani bingung karena melihat banyak kerumunan warga. "Saya tahu dari malam kalau kondisi danau sudah mengkhawatirkan, tapi tidak menyangka akan seperti ini, " katanya lirih.
 
Hal serupa juga dialami Nasir. Pria berkulit coklat itu kalut karena anaknya, Sheila yang berusia 19 bulan, belum ditemukan. "Waktu kejadian saya sempat menggendong Sheila, tapi terlepas, " kata Nasir. 

Ia sudah berkeliling posko Universitas Muhamadiyah dan STIE Ahmad Dahlan. "Tapi belum ketemu juga, " ujarnya menahan tangis.  Istri Nasir ditemukan dalam keadaan selamat.