Kamis, 9 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 9 Februari 2012 | 20:04 WIB
"Earth Hour" Sangat Berarti meskipun Singkat
| Jumat, 27 Maret 2009 | 15:34 WIB
|
Share:

Kompas/Lucky Pransiska
Masyarakat di Banjarsari, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu selama puluhan tahun hidup tanpa aliran listrik seperti kelauraga Yusman (tengah) bersama istrinya, Maria Kaharubi (kiri) dan cucunya, Julianda, Rabu (14/5). Mereka masih menggunakan lampu tempel sebagai penerangan dan sebagian lainnya menggunakan generator.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kampanye memadamkan lampu dan peralatan elektronik yang tak terpakai, "Earth Hour", di Jakarta, Sabtu (28/3), sangat berarti sekalipun satu jam, yakni sejak pukul 20.30-21.30. Perhitungan kasar WWF-Indonesia, satu jam itu berarti menghemat sekitar 300 megawatt, kapasitas yang dapat menerangi ratusan desa.

Hingga kemarin, 17.585 orang menyatakan dukungannya melalui situs jejaring sosial Facebook. Berdasarkan data internasional, 2.848 kota di 84 negara akan bergabung dengan kampanye yang pertama kali dimulai di Sydney, Australia, tahun 2007.

Di Indonesia, Kota Jakarta-lah yang bergabung dengan mematikan sejumlah lampu penerangan di Monas, Balaikota, dan sejumlah patung besar.

"Lima puluhan gedung milik swasta akan mendukungnya," kata Direktur Program Iklim dan Energi WWF-Indonesia Fitrian Ardiansyah di Jakarta kemarin. (GSA)

Sumber :
Kompas Cetak