JAKARTA, KOMPAS.com -
Menurut Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak saat meninjau kawasan tersebut, Jumat (27/3), dengan selesainya jembatan itu, diharapkan arus lalu lintas barang ekspor dan impor berjalan lancar.
Proyek pembangunan jembatan itu ditangani oleh Dinas PU Provinsi DKI Jakarta. Sementara pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen PU memperlebar Jalan Akses Marunda dan Cakung Cilincing dari dua menjadi empat lajur.
Sebelumnya, Akses Marunda yang menghubungkan kawasan industri dan Pelabuhan Tanjung Priok untuk kegiatan ekspor-impor terganggu akibat kerusakan jalan dan jembatan lama. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mempersiapkan pembangunan jembatan baru untuk memperlancar arus lalu lintas barang.
Hermanto mengungkapkan, pelebaran jalan sudah dilakukan dari 7,5 meter menjadi 15 meter atau empat lajur, dilengkapi drainase dan ketinggiannya dinaikkan 40-60 sentimeter.
Hermanto mengatakan, dengan dibangunnya dua jembatan baru, Akses Marunda dipastikan akan lebih lancar. Lalu lintas di setiap jembatan hanya berlaku satu arah, sebelumnya dua arah.
Jalan Akses Marunda yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan kawasan industri dan pergudangan Marunda juga akan dibuat mirip jalan tol. Artinya, di sepanjang jalan ini akan dilengkapi dengan kamera pemantau arus lalu lintas. Dengan demikian, jika terjadi kemacetan, petugas dapat dengan cepat mengatasinya.
Menurut Hermanto, tidak tertutup juga kemungkinan untuk diperlebar lagi dari kondisi saat ini jika kapasitas jalan sudah terlalu padat. Dalam lima tahun ke depan bisa diperlebar lagi atau dibangun jembatan baru.
Pada tahun 2009, Departemen PU menyediakan anggaran untuk pemeliharaan jalan, terutama jalan nasional di wilayah metropolitan DKI Jakarta, sebesar Rp 220 miliar. Selain itu, juga disediakan anggaran Rp 230 miliar untuk pembangunan jembatan layang di beberapa lokasi.
Kelancaran arus lalu lintas menuju Marunda sangat penting karena di wilayah itu terdapat dua kawasan industri khusus, yaitu Kawasan Berikat Nusantara dan kawasan pergudangan Marunda Center. Kedua sentra industri ini sedang mempersiapkan diri menjadi salah satu pintu masuk dan keluar arus barang.
Marunda Center yang dibangun PT Tegar Primajaya, misalnya, merupakan kawasan industri yang menyediakan fasilitas untuk sektor manufaktur, logistik, pusat distribusi, terminal peti kemas, serta penyimpanan untuk produk padat dan cair.


