Keluarga korban menunggu jenazah sanak keluarganya di posko darurat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (27/3). Puluhan korban jiwa jatuh akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, sementara sebagian orang masih dinyatakan hilang.
Kompas/Agus Susanto
Warga mengangkat jenazah Sundari (50) di mushola Al Mizan, Kelurahan Cirendeu, Ciputat, Provinsi Banten, Jumat (27/3) malam.
Dhoni Setiawan
Relawan gabungan mengevakuasi korban jebolnya tanggul Situ Gintung di kawasan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Tangerang, Banten, Sabtu (28/3).
Kompas/Lasti Kurnia
Puing kehancuran akibat jebolnya tanggul Situ Gintung di Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Banten, Jumat (27/3).
JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga Sabtu (28/3) sore ini jumlah korban meninggal dalam bencana jebolnya tanggul Danau Situ Gintung sebanyak 80 orang. Sebanyak 70 orang sudah dapat dievakuasi, sedangkan 10 orang belum dikenali.
Sedangkan korban yang dilaporkan hilang, semula berjumlah 109, sekarang berkurang karena lima orang telah ditemukan. "Jadi jumlah korban hilang menjadi 102," terang Rahmat, Ketua Koordinator Posko UMJ.
Saat ini korban-korban meninggal ditempatkan di Posko UMJ karena Posko STIE Ahmad Dahlan dijadikan posko logistik.