KOMPAS.com- PENYESALAN yang mendalam masih dirasakan oleh Atika (39). Ia tidak sempat memberitahukan kakak yang rumahnya dekat dengan bantaran Situ Gintung. "Kejadiannya begitu cepat, saya sibuk menyelamatkan diri dan anak-anak, jadinya lupa memberi tahu kakak. Semua keluarganya tewas, coba waktu itu saya telpon mereka kan jadi bisa nyelamatin diri," terang Atika sambil terisak.
Atika yang saat ini mengungsi di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada gedung Fakultas Hukum lantai dua menceritakan, malam (26/3)dirinya sempat ditelpon oleh Rani, saudaranya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Rani memberitahukan kalau tanggul Situ Gintung akan jebol. Mendengar berita itu, Atika sempat tidak percaya, namun ia yang khawatir tentang tsunami yang melanda Aceh beberapa waktu lalu, langsung keluar rumah untuk mendatangi rumah ketua RT setempat.
Sampai di rumah ketua RT justru tidak ada jawaban. Atika lalu mencoba untuk mendatangi warga yang sedang berjaga malam untuk memberitahukan akan tanggul jebol, namun tidak ada satu pun orang yang percaya. Karena tidak ada respon Atika sudah putus asa, akhirnya pulang ke rumah untuk tidur.
Sehabis adzan subuh, Irwan (15) anak Atika, mendengar suara air turun dari atas rumahnya. Awalnya ia menganggap air yang turun itu karna hujan, Atika baru sadar kalau air yang bercampur lumpur sudah masuk ke dalam rumahnya. Spontan Atika menyelamatkan Laila (4), anak keduanya dari atas tempat tidur untuk menuju ke lantai dua rumahnya.
Air yang masuk dengan cepat membuat Atika panik. Sementara itu, Ahmad Salam (48) suaminya dan dua anaknya naik kelantai dua. Air yang masuk langsung merendam lantai bawah.
Merasa nyawanya terancam, Atika dan keluarga nekad untuk keluar rumah dan mendatangi kampus Fakultas Hukum UMJ.
Kejadian yang begitu cepat itu membuat Atika tidak sempat untuk memberitahukan, Aisah kakak perempuannya yang rumahnya dekat dengan tanggul Situ Gintung. Akhirnya Aisah, Ahmad Fauzi, M Soleh, Maulana, Wito, Sri, dan Nabila tewas terbawa arus air Situ Gintung.
"Saya sungguh menyesal... sampai saat ini wajah Nabila masih terbayang-bayang," ujar Atika ditengah tangisannya.

