KOMPAS.com — Menjalankan tugas negara merupakan kewajiban bagi setiap warga negara, terlebih tugas yang diemban menyangkut kelangsungan negara lima tahun ke depan.
Hal yang sama dirasakan Agus Khosim, seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 21, Kampung Gintung, Kelurahan Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Banten.
Walaupun sedang mengalami musibah karena baru saja kehilangan sepeda motor kesayangannya, ia tetap bertugas pada pemungutan suara ini. "Ini kan tugas negara, jadi harus tetap dilaksanakan. Walaupun sebenarnya kepikiran juga," terang warga RT 3/8 Kampung Gintung ini.
Ia menuturkan, sepeda motor yang baru saja ia beli 4 bulan yang lalu, raib sekitar pukul 04.00, Kamis (9/4) tadi pagi. Padahal, sepeda motor tersebut dibaru saja ia parkir di depan rumahnya.
"Semalam setelah membereskan TPS kira-kira pukul 22.00, saya pulang dan sekitar pukul 04.00 tadi pagi motor itu baru saya keluarkan. Hanya sekitar 5 menit saya tinggal masuk, waktu keluar sudah tidak ada lagi, " tutur Agus.
Ia telah melaporkan kejadian tersebut pada pihak kepolisian dan dealer tempat ia membeli sepeda motornya. Namun, rupanya ia harus bersabar karena proses pengurusan klaimnya baru akan dilaksanakan hari Senin.
Selain sepeda motor kesayangannya, Agus juga kehilangan handphone yang memang ia letakan pada jok motornya. Pikiran Agus memang terpecah, tetapi tampaknya hal tersebut tidak memengaruhi kinerjanya sebagai anggota KPPS.
Dengan tekun, ia membimbing para pemilih yang mengalami kesulitan melakukan pencontrengan ataupun kesulitan dalam meletakkan surat suara pada kotak yang telah ditentukan. "Pikiran boleh pusing, tapi tanggung jawab harus tetap dilakukan dengan baik. Saya akan tetap melakukan tugas saya sampai selesai perhitungan suara selesai " tuturnya.
Dengan pemilu ini, ia berharap akan muncul pemimpin yang jujur dan memerhatikan rakyat.


