KOMPAS.com — KEKESALAN dan kemarahan kadang memang bisa membuat orang melakukan sesuatu yang di luar nalar. Tak masuk akal, atau luar nekat. Itulah yang terjadi pada Uci (11), Selasa (21/4) siang tadi.
Hanya gara-gara tidak dituruti permintaannya dibelikan sepeda, bocah jebolan kelas II SD itu nekat memanjat menara saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di wilayah RT 08 RW 07 Cililitan, Jakarta Timur.
Udara yang terik menyengat ubun-ubun tak dihiraukan. Ketinggian 70 meter pun dia panjat dalam waktu singkat. Keruan saja, ulah bocah itu membuat heboh tetangga hingga mereka berkerumun di sekitar lokasi. Bagi warga, hal ini bukan yang pertama.
Sebelumnya anak Syamsudin ini pernah melakukan hingga dua kali. Menurut penuturan Ujang (28), tetangga orangtua Uci, "Yang ini sudah yang ketiga bang". "Sebelumnya si Uci minta burung dan handphone," tambahnya.
Menurut sejumlah warga, Uci memanjat menara itu relatif cepat. Mengenakan kaus merah, Uci sepertinya terampil memanjat menara setinggi 70 meter itu. Dalam pemantauan Kompas.com, Uci bahkan tampak menikmati sekali ulahnya itu dengan bergelayut dari palang ke palang dengan lincahnya.
Sebaliknya, warga yang menyaksikan ulah Uci itu sangatlah berdebar-debar. Apalagi ketika bocah itu nekat mendekat kabel tegangan tinggi. Teriakan Syamsudin yang membujuk anaknya untuk segera turun tidak digubris. Setiap teriakan selalu dibalas Uci dengan keinginannya untuk tidak diborgol tangannya.
Baru ketika kerumunan massa yang menyemut digiring oleh petugas keamanan untuk menjauh dari menara, secara perlahan Uci mulai turun. Namun, pada ketinggian baru mencapai 8 meter, langkah Uci terhalang oleh barisan kawat berduri. Uci pun bertahan. Ngambek, enggak mau turun lagi.
Ketika melihat petugas PLN merayap mendekatinya, Uci bergegas naik lagi sehingga warga yang menonton berdebar ketakutan. Beruntung petugas PLN akhirnya bisa membujuk dan kemudian memondongnya turun.
Dengan tubuh diikat pada tubuh petugas, pelahan-lahan Uci diturunkan. Maka berakhirlah drama sekitar dua jam itu. Uci akhirnya dipeluk tangis oleh bapaknya yang sebelumnya sudah berlinangan air mata....


