Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 20:06 WIB
Jakarta Dipenuhi Sampah
Neli Triana | Minggu, 3 Mei 2009 | 21:33 WIB
|
Share:

Warta Kota/Ichwan Chasani
Ratusan siswa SD di kawasan Bantargebang Bekasi mengikuti lomba pemilahan sampah. Lomba ini bertujuan mendidik siswa sejak dini agar peka terhadap kondisi lingkungannya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta masih dipenuhi ceceran sampah yang dibiarkan menumpuk di sungai, saluran air, dan pasar. Tumpukan sampah ini menjadi sumber pencemaran tanah, air, dan udara.

Sampah - sampah ini juga menyebabkan masalah banjir di Jakarta tidak pernah tuntas teratasi. Akhir pekan kemarin, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna mengakui, setiap hari terdapat sekitar 2.000 meter kubik sampah tidak terangkut.

Menurut Eko, produksi yang terus menerus dan keterbatasan jumlah armada pengangkut membuat sampah sampah itu tidak terangkut dengan baik. Akibat banyaknya jumlah sampah yang tidak terangkut, volume tumpukan sampah di bantaran sungai setiap hari bertambah.

Di seluruh Jakarta, terdapat 13 aliran sungai utama dan tak terhitung jumlah anak anak sungai maupun saluran saluran pembuangan. Kasat mata, di setiap aliran air, selalu saja terlihat sampah, baik yang mengapung hanyut dalam arus atau menumpuk di sepanjang tepiannya.