Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 20:17 WIB
Investor Tol Harus Pahami Risiko
Erlangga Djumena | Jumat, 15 Mei 2009 | 08:44 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Investor jalan tol yang saat ini menggarap sejumlah ruas harus memahami risiko apabila volume lalu lintas yang lewat ternyata tidak sesuai dengan rencana bisnis.

"Nantinya menjadi risiko mereka seandainya lalu lintas yang lewat ternyata tidak sesuai harapan," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol  (BPJT) Nurdin Manurung di Jakarta, Kamis (14/5), dalam diskusi "Peningkatan Iklim Investasi Jalan Tol sebagai Upaya Optimalisasi Penyelenggaraan Jalan di Indonesia".

Nurdin menjelaskan hal ini terkait dengan kerugian yang dialami Jalan Tol Waru-Juanda yang lalu lintasnya di bawah perkiraan bisnis sehingga dikhawatirkan akan mengimbas investor jalan tol yang beroperasi.

"Mereka sebenarnya sudah mengetahui mengenai risiko semacam itu, namun kalau dalam hitungan bisnis untuk jangka panjang peluang pendapatan jalan tol sebenarnya berpeluang," ujarnya.

Nurdin mengatakan, pihaknya tidak menutup mata dengan kasus-kasus seperti dialami Tol Waru-Juanda. Untuk itu ada sejumlah solusi yang ditawarkan, di antaranya penyesuaian taif dan perpanjangan konsesi. "Kasus serupa terjadi di Tol Tangerang-Merak yang lalu lintasnya rendah dan risiko itu ditanggung investor dan tidak dapat diganti rugi pemerintah," jelasnya.

Sebagai kompensasi bagi investor jalan tol yang tengah melaksanakan pembangunan, pemerintah menyiapkan dana talangan untuk membebaskan tanah melalui Badan Layanan Umum. Tahun 2009 dialokasikan Rp 3,5 triliun. "Lambatnya penyaluran dana talangan sendiri sebagian besar akibat ketersediaan dana pelaksanaan di lapangan," jelasnya.

Sumber :
Ant