Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 20:29 WIB
Antasari dan Williardi Dicecar Soal Hubungannya
Sandro | Selasa, 19 Mei 2009 | 02:17 WIB
|
Share:

KOMPAS.com/DHONI SETIAWAN
Antasari Azhar mengenakan seragam tahanan warna oranye

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Polda Metro Jaya masih berusaha menggali hubungan Antasari Azhar dan Williardi Wizar dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Kedua tersangka dicecar pertanyaan mengenai hubungannya selama menjalani pemeriksaan intensif lebih dari enam jam di Direktorat Reserse Krimilam Umum Polda Metro Jaya, Senin (18/5).

"Ada 46 pertanyaan," kata Juniver Girsang, pengacara Antasari Azhar, saat ditemui seusai pemeriksaan. Ia mengatakan, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan masih seputar hubungan Antasari dan Williardi Wizar. Kepadanya ditanyakan seberapa jauh mengenal Williardi.

Juniver Girsang mengatakan, polisi membawa keluar Antasari dari Ruang Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya sekitar pukul 16.30. Namun, pemeriksaan dilakukan mulai pukul 18.30 hingga pukul 24.00. "Antasari hanya menceritakan hubungan kedua belah pihak dan tidak lebih dari itu," katanya. Yang jelas, pemeriksaan hanya masalah pendalaman antara hubungan kedua belah pihak, namun Juniver tidak menyebutkan secara rinci.

Juniver mengatakan Antasari mengakui ada pertemuan dengan Williardi di rumah Sigid Haryo, seorang pengusaha yang juga menjadi tersangka. Antasari mengaku pertama kali dikenalkan kepada Wiliardi oleh Sigid.

Bersamaan dengan Antasari juga diperiksa mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Williardi Wizar yang dilaksanakan di ruang berbeda. Williardi dicecar 35 pertanyaan soal hubungannya dengan Antasari Azhar.

Pengacar Williardi, Yohanes Jakob, mengatakan, kliennya mengaku tidak membicarakan masalah buronan KPK dengan Antasari saat bertemu di rumah Sigid. Namun, ia mengaku diminta tolong untuk mencari informan demi kepentingan negara.

Williardi mengaku menerima amplop berisi uang Rp 500 juta untuk operasional tugas tersebut. Namun, pengacaranya tak mau menyebutkan apakah pemberi uang tersebut Antasari atau Sigid. Sebelumnya Antasari membantah dan tak tahu-menahu mengenai uang tersebut. "Pada prinsipnya Pak Williardi hanya membantu sekadar teman. Untuk motivasi lain itu tidak ada," ujar Yohanes.