Senin, 24 November 2014

News / Regional

Buruh Didominasi Perempuan di Tegal

Selasa, 26 Mei 2009 | 20:50 WIB

TEGAL, KOMPAS.com - Lebih dari 60 persen buruh dan pekerja di Kota Tegal merupakan perempuan. Hal tersebut menunjukkan semakin tingginya keterlibatan perempuan sebagai penopang hidup keluarga. Meskipun demikian, belum semua perusahaan memberikan perlindungan menyeluruh kepad a tenaga kerja mereka, termasuk tenaga kerja perempuan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Tegal, Suliestyaningsih dalam acara Sosialisasi Peraturan Tenaga Kerja Perempuan di Sanggar Pramuka, Selasa (26/5).

Menurut dia, dari tahun ke tahun, jumlah pekerja perempuan di sektor formal cenderung meningkat. Sebagian besar dari mereka bekerja di sektor industri rumah tangga, seperti industri pengolahan ikan dan kok bulu tangkis.

Secara keseluruhan, jumlah pekerja di Kota Tegal sebanyak 30.000 orang, yang tersebar di 444 perusahaan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 60 persen merupakan perempuan. Hal tersebut memperlihatkan tingginya kesadaran para perempuan untuk meningkatkan kese jahteraan hidup keluarga mereka.

Suliestyaningsih mengatakan, pekerja perempuan tersebut harus mendapatkan perlindungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu selain melalukan sosialisasi, pemerintah juga memantau kegiatan di perusahaan.

Hingga saat ini, sebagian perusahaan masih belum menerapkan perlindungan menyeluruh kepada pekerjanya. Hal tersebut seperti tercermin dalam program jamsostek. Dari empat program yang ada, yaitu jaminan kecelakaan kerja, hari tua, pelayanan kesehatan, dan kematian, masih ditemukan perusahaan yang hanya mengikutkan pekerjanya pada dua program. Biasanya karena kemampuan perusahaan, karena ada premi yang harus dibayarkan, ujarnya.

Menurut dia, pemerintah juga belum pernah menemukan kasus kekerasan maupun diskriminasi terhadap pekerja perempuan di Tegal. Bisa jadi karena kesadaran kurang atau tidak berani. Mereka dihadapkan pada pilihan dilematis, karena khawatir di PHK kalau melapor, katanya.

Selain pekerja di dalam kota, hampir semua tenaaga kerja dari Tegal ke luar daerah, seperti Batam juga perempuan. Dari sekitar 400 pekerja yang dikirim ke luar daerah pada tahun 2008, sekitar 90 persennya merupakan perempuan.


Editor :