Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 14 Februari 2012 | 18:41 WIB
Sayap Partai Pendukung SBY-Boediono Beralih ke JK-Win
Frans Agung Setiawan | Kamis, 28 Mei 2009 | 19:31 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN

JAKARTA, KOMPAS.com — Para petinggi partai bisa saja merapatkan barisannya ke Partai Demokrat yang mengusung SBY-Boediono sebagai capres dan cawapres. Namun, sejumlah sayap partai yang mendukung pasangan tersebut beralih mendukung JK-Win karena kecewa dengan koalisi partainya yang hanya bersifat pragmatis.

Organisasi-organisasi tersebut menggabungkan diri dalam "Koalisi Pemuda Indonesia" untuk JK-Win. Di antaranya Garda Bangsa yang merupakan sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Barisan Muda Sejahtera sayap Partai Damai Sejahtera (PDS), dan Angkatan Muda Kabah sayap Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Selain dari parpol, koalisi ini juga merangkul organisasi kemudaan, seperti Organisasi Pemuda Katolik, Organisasi Yustisia, Organisasi Panca Marga, Majelis Dzikir, dan beberapa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Jakarta.

"Insya Allah, jumlah totalnya mencapai 100 orang," kata Safrudin Anhar, Ketua Umum Angkatan Muda Kabah yang ditemui sesaat setelah mengadakan pertemuan dengan JK di kediamannya Jl Ki Mangunsarkoro, Jakarta, Kamis (28/5).

Lebih lanjut, ia mengatakan ada 2 alasan "membelot" dari keputusan partainya yang berkoalisi dengan Partai Demokrat. Pertama, proses koalisi partainya tidak aspiratif. "Koalisi hanya mementingkan elite-elite politik. Ini hanya kepentingan pribadi SDA (Suryadarma Ali)," ungkap Safrudin.

Alasan kedua, partai koalisi lebih berorientasi pada bagi-bagi kekuasaan. "Bukan untuk pendidikan politik dan menggalang kekuatan dalam menghadapi persoalan bangsa," ujarnya.

Ia menyadari keputusannya ini mengandung reaksi dari partainya. "Yang jelas pasti ada hukuman, dan saya siap menerimanya," pungkas Safrudin.

Advertorial
»