JAKARTA, KOMPAS.com - Lebih dari 800 penggemar film Star rek, Minggu (14/6) membuat riuh suasana di Teater IMAX K eong Emas Taman Mini Indonesia Indah.
Ya, mereka sama-sama menonton film layar lebar Star Trek yang kesebelas, Star Trek: The Future Begins . Tak hanya nonton bareng, panitia dari komunitas Indo-Star Trek juga menggelar kuis, unjuk kostum, lomba kostum mirip Star Trek, dan yang penting menyatukan para pecinta Star Trek dalam suasana kebersamaan.
Bayangkan, meski film dimulai pukul 09.00, para penggemar tokoh Kirk, Nero, Spock, Uhura, dan tokoh lain ini sudah datang sejak pukul 07.00. Sebelum nonton, ada pemanasan terlebih dulu, salah satunya kompetisi kostum. Banyak di antara mereka yang sengaja mengenakan kostum a la tokoh-tokoh Star Trek yang mencerminkan kegagahan dan ketegasan itu.
Bahkan sejak sebulan sebelumnya, panitia telah bekerja keras menyiapkan acara ini. Mereka mengatur pembelian tiket, pemberian souvenir, termasuk menggaet sponsor. Kali ini, Indosat menyatakan diri sebagai pendukung utama kegiatan nonbar alias nonton bareng ini. Indosat juga meluncurkan voucher isi ulang edisi khusus Star Trek. Untuk itu, peserta nonbar mendapatkan dua buah voucher isi ulang, dan mobile games serta wallpaper Star Trek.
Tentang Film
Film Star Trek versi layar lebar produksi Paramount Pictures yang disutradarai JJ Abrams ini sebenarnya sudah sejak 8 Mei 2009 diputar di Amerika Serikat. Ternyata, harapan para pecinta Stra Trek agar film ini diputar serentak di seluruh dunia, tidak terwujud. Namun, nonbar di layar superlebar ini sudah cukup mengobati rasa kecewa mereka.
Film yang skenarionya ditulis Alex Kurtzman dan Roberto Orci ini memasang antara lain Chris Pine sebagai James T Kirk, Zachary Quinto sebagai Spock, Bruce Greenwood sebagai Kapten Pike, dan Zoe Saldana sebagai Uhura.
Selain soal kepemimpinan, persahabatan, dan kemanusiaan, film yang versi The Original Series-nya dibuat pada tahun 1966 ini juga melibatkan teknologi super canggih. Ada cerita tentang lubang hitam, kecepatan warp (kecepatan pesawat Star Trek yang di atas kecepatan cahaya), dan supernova (ledakan sebagian atau seluruh bintang).
Ceritanya, James Kirk yang anak George Kirk bergabung dengan Starfleet Academy, sekolah untuk para calon kru pesawat luar angkasa. Murid-murid sekolah itu berasal dari berbagai planet, termasuk Spock. Starfleet memiliki misi menjaga perdamaian.
Bencana terjadi di Planet Vulcan, tempat asal Spock. Bencana itu ternyata didalangi oleh Nero. James dan Spock dengan dibantu semua kru pesawat USS Enterprise pun berusaha mengalahkan Nero.
Puas
Meski berbeda dengan versi lama, film ini tidak kehilangan roh. Filosofi tentang perdamaian dan kemanusiaan masih begitu kental tergambar. Memang kalau yang fans berat Star Trek versi Original Series, rasanya kurang puas menonton film ini. Ada sesuatu yang berbeda. Tapi sebagai film yang utuh , Star Trek XI ini sangat bagus, kata MOnang Pohan, penggemar fanatik Star Trek, usai menonton film.
Bagi Syaiful Bahri, anggota Indo-Star Trek, film ini bisa menggaet penggemar Star Trek yang masih muda, yang belum sempat menonton versi The Original Seris dan versi Next Generation. "Ini akan menjaring komunitas yang lebih besar lagi. Para trekkies akan makin menyebar luas," ujarnya.
Harus diakui, Star Trek memiliki sejarah panjang. Dengan lebih dari 700 episode film dan ratusan buku serta komik Star Trek, hampir semua aspek kehidupan pernah dibahas di Star Trek, mulai ekonomi, politik, budaya, filsafat, hukum, Tuhan, dan tentu saja ilmu pengetahuan.


