Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 21:27 WIB
Warga Dilibatkan Menangani BKT
Harry Susilo | Selasa, 16 Juni 2009 | 20:53 WIB
|
Share:

SEMARANG, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Semarang akan melibatkan warga dalam penanganan Banjir Kanal Timur (BKT) yang kondisinya memprihatinkan. Warga diajak berpartisipasi dalam kerja bakti di sepanjang bantaran sungai BKT dengan mengangkat sedimentasi dan meninggikan tanggul.

"Kerja bakti tersebut akan melibatkan seluruh masyarakat yang terdapat di kelurahan-kelurahan sepanjang bantaran sungai BKT. Pelaksanaannya pada hari Jumat dan Minggu mendatang," ujar Wakil Wali Kota Mahfudz Ali, di Kota Semarang, Selasa (16/6).

Daerah bantaran sungai yang akan dibersihkan dari sedimentasi adalah mulai dari jembatan Jalan Majapahit hingga Jalan Kaligawe. "Selain melibatkan warga, alat-alat berat untuk mengeruk seperti back hoe juga akan diturunkan," kata Mahfudz.

Jika terbukti efektif, Mahfudz mengaku akan mengusulkan program padat karya dengan melibatkan warga setempat dalam penanganan sedimentasi di BKT.

Dengan kerja bakti tersebut, Mahfudz mengharapkan, penanganan BKT yang merupakan wewenang Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juwana dapat dipercepat. Pemkot bertanggung jawab terhadap 49 sungai kecil dan besar di Kota Semarang selain BKT, BKB, Sungai Beringin, Sungai Dombo Sayung, dan Sungai Babon.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juwana Hartanto mengatakan, pihaknya sedang bekerja sama dengan konsultan untuk mengkaji permasalahan yang ada di BKT dan merencanakan penanganannya. "Dari kajian itu akan diketahui apakah nantinya perlu dinormalisasi atau disertai dengan peninggian tanggul," katanya.

Penertiban bangunan

Agar normalisasi dapat dilakukan, Hartanto meminta kepada Pemkot Semarang untuk menertibkan bangunan-bangunan liar yang ada di bantaran sungai karena dinilai membahayakan dan merusak lingkungan. "Jika masih terdapat bangunan liar, maka normalisasi sudah untuk dilakukan," ucapnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Semarang Fauzi mengaku siap menertibkan bangunan liar yang terdapat di bantaran BKT agar tidak menyulitkan penanganannya.

Selain itu, Hartanto juga menjamin bahwa Sungai Dombo Sayung dapat beroperasi pada akhir tahun 2009. Pembangunan sungai tersebut merupakan bagian dari penanganan banjir di BKT karena diperkirakan dapat membagi volume air yang dialirkan dari Kali Penggaron ke BKT dan Sungai Babon.

Adapun untuk penanganan Banjir Kanal Barat (BKB), pemerintah telah mencanangkan megaproyek pembangunan waduk fisik Jatibarang senilai Rp 1,47 triliun dengan tiga komponen, salah satunya adalah normalisasi BKB mulai dari pertemuan Sungai Garang dan Sungai Kreo hingga muara. "Rencananya, bulan Oktober ini akan diteken kontraknya dan dapat dimulai pengerukannya pada Desember," ucap Hartanto.

Hartanto juga mendukung adanya kerja sama lintas pemerintah kabupaten/kota untuk penanganan banjir kanal dengan pendekatan ekosistem yang bisa menanggulangi kerusakan di kawasan hulu. "Dibutuhkan peran gubernur untuk memfasilitasi pertemuan ini," katanya.

Mahfudz Ali juga mengaku siap duduk bersama membicarakan penanganan tersebut dengan Pemerintah Kabupaten Semarang dan Pemkab Demak dengan difasilitasi Pemprov Jateng.