Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 21:30 WIB
Depbudpar Targetkan Wisman 10 Juta Orang
Frans Agung Setiawan | Kamis, 18 Juni 2009 | 19:40 WIB
|
Share:

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Puluhan wisatawan mancanegara melintas di Jalan Kompol Suprapto, Yogyakarta, saat berkeliling kota menggunakan becak. Kekayaan budaya Kota Yogyakarta tetap menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com- Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) menargetkan pertumbuhan pariwisata tahun 2012 mencapai 10 persen, atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut diungkap Sekretaris Jenderal Depbudpar Wardiyatmo yang ditemui seusai Diskusi Interaktif "Suara Demokrasi Pariwisata Indonesia: Kekayaan Negeri yang Masih Terabaikan."

"Selama ini pertumbuhan ekonomi pariwisata tidak pernah di bawah 5 persen (di atas pertumbuhan ekonomi nasional)," kata Wardiyatmo. Akan tetapi, Wardiyatmo tidak bisa mengungkapkan berapa nilai dari target 10 persen tersebut.

Untuk mencapainya, ia mengharapkan wisatawan mancanegara yang akan datang ke Indonesia mencapai 10 juta orang. "Itu harapan kita. Mudah-mudahan ini bisa bagus," tuturnya.

Selain meningkatkan wisatawan asing, wisatawan lokal juga tetap ditingkatkan. Karena menurut Wardiyatmo, pertumbuhan ekonomi nasional itu variabelnya terdiri dari pengeluaran wisata asing, pengeluaran wisatawan nusantara, dan investasi di bidang pariwisata.

"Investasi ini penting. Kalau perkembangan ekonomi membaik, swasta juga akan makin banyak buka investasi di pariwisata," katanya.

Terkait dengan hal tersebut, Tenaga Ahli Pengkajian Bidang Politik Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Mayjen TNI Bibit Santoso menekankan pentingnya faktor keamanan dan kestabilan politik guna meningkatkan kepariwisataan kita. "Situasi politik aman otomatis wisatawan akan datang," ungkap Bibit.

Selain itu, menurut Bibit faktor penunjang lain adalah adanya penegakan hukum yang jelas dalam tiap pelanggaran yang terjadi. "Yang jelas, kita tetap optimis karena dengan jumlah 230 juta penduduk dan 300 etnis, negara kita masih bisa mempertahankan NKRI," pungkas Bibit.