Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 21:40 WIB
JFK Jangan Tinggalkan Budaya Betawi
| Selasa, 23 Juni 2009 | 03:10 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Sejumlah anak melihat Ondel-ondel yang ada di Festival Budaya Betawi, Cipete, Jakarta Selatan, Sabtu (26/7).

JAKARTA, KOMPAS.com--Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) mengharapkan keberadaan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2009 yang sekarang tengah berlangsung tidak meninggalkan budaya Betawi sebagai kebanggaan warganya.

"Sebagai warisan terdahulu kami memandang penting keberadaan JFK, tanpa meninggalkan budaya  sebagai kebanggaan warganya serta mengedepankan nuansa lokal Betawi," kata Ketua Umum LKB, Tatang Hidayat, di Jakarta, Senin.

Ia menyebutkan, LKB tetap berkomitmen  melestarikan budaya Betawi melalui program  5P yakni  pelestarian, pembinaan, pengembangan, pemberdayaan dan penyejahteraan seniman dan budayawan Betawi.

Berkaitan dengan JFK  pihaknya sudah terlibat sejak Jakarta Fair dicanangkan oleh H. Ali Sadikin diselenggarakan pada tahun 1968.

Menurutnya, keberadaan JFK yang telah berlangsung selama 42 kali diharapkan akan dapat merealisasikan lestarinya budaya dan seni budaya Betawi. Oleh karenanya kami berharap Jakarta Fair Kemayoran melalui pengelolanya saat ini untuk terus konsern melestarikan budaya dan seni Betawi seperti saat ini.

Sementara itu, Ketua Umum Bamus Betawi H. Nachrowi Ramli, mengatakan,  pihaknya optimistis untuk mengedepankan budaya dan seni Betawi.

"Apalagi telah ada dasar hukum yang mengatur hal ini di UU Negara RI No.29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta yang telah jelas memposisikan seni dan budaya Betawi sebagai kekayaan yang harus dilindungi dan dikembangkan dengan format yang benar dan berkesinambungan," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya mengimbau kepada Pemerintah DKI Jakarta untuk memperhatikan aspirasi dan keinginan masyarakat Betawi yang selama ini diperjuangkan tetapi belum terealisasi.

Sumber :
Ant