JAKARTA, KOMPAS.com — Uang operasional pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, tercatat di pembukuan perusahaan tempat Sigid Haryo Wibisono. Uang tersebut tercatat sebagai pinjaman kepada mantan Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan, Komisaris Besar Wiliardi Wizar.
"Uang itu melalui orang perusahaan. Itu melalui administrasi, meminjamkan uang ke WW. Tercatat di administrasi perusahaan," kata rekan kerja Sigid di PT Pers Indonesia Merdeka, Mulyana W Kusuma, kepada wartawan seusai menjenguk Sigid di Rutan Reserse Kriminal Umum, Kamis (2/7).
Namun, dia tidak mengetahui detail soal hal tersebut. Dia mengaku tidak mau terlalu tahu tentang itu. "Saya tidak menanyakan secara spesifik," lanjutnya.
Menurut Mulyana, kasus yang membelit Sigid membuat perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Apalagi, kasus ini melibatkan perusahaan dalam pemberian pinjaman yang baru diketahui setelah kasus ini merebak.
Kamis (2/7) siang ini, Mulyana menjenguk Sigid ke Polda Metro Jaya. Namun, dia mengaku tidak membahas tentang kasus yang membelit sahabatnya. Keduanya hanya membicarakan mengenai pemilu presiden pada 8 Juli nanti.


