JAKARTA, KOMPAS.com — Tujuh korban tewas kebakaran di rumah makan Soto Lamongan di Jalan Kedoya Raya 12, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, terjebak di lantai 2. Mereka ditemukan dalam keadaan saling berpelukan.
"Sebagian meninggal dalam keadaan saling berpelukan. Beruntung dua orang yang terjebak di lantai atas berhasil menyelamatkan diri. Dua orang patah kaki serius karena loncat dari atas," ujar Kapolsek Kebon Jeruk Komisaris Hendra Gunawan di lokasi kejadian, Senin (13/7).
Para karyawan yang umumnya adalah wanita berusia antara 17 dan 40 tahun itu berusaha mencari jalan keluar ketika api mengamuk saat mereka lelap tidur antara pukul 04.00 dan 04.30 WIB.
"Korban semuanya perempuan berasal dari Jatim dan Jateng. Mereka adalah karyawan rumah makan khas Jawa Timur yang juga menerima layanan katering itu. Restoran itu cukup besar, terdiri dari dua lantai," lanjut Hendra Gunawan.
Korban tewas dimasukkan ke kantong mayat. Sebanyak tiga jenazah di antaranya telah dibawa ke RSCM.
Ketujuh nama wanita tersebut, yakni Jumi (19) asal Banjarnegara, Suwarni (40) asal Pemalang, Heni (18) asal Pemalang, Lili (19) asal Pemalang, Gini (40) asal Wonogiri, Suriah (30) Pemalang, dan Anis (19) asal Ngawi.
Sementara itu, Budi Kristian, menantu pemilik Rumah Soto Lamongan, menuturkan bahwa ia sempat mendengar bunyi ledakan di belakang rumah makan. Setelah berlari ke belakang, Budi pun berlari keluar. Namun, tidak lama kemudian, api sudah menghanguskan rumah makan yang dimiliki mertuanya, Gunawan Candra.
Selain, merenggut korban jiwa, dan rumah makan yang sudah hangus terbakar, juga tiga kendaraan yang dimiliki Gunawan, yakni sebuah mobil mewah jenis Mercedes Benz warna silver, Isuzu, dan sebuah sedan.
