JAKARTA, KOMPAS.com - Nasib dua korban kebakaran di Kedoya, Jakarta Barat, yang terluka, Jumari dan Haryo masih menunggu keputusan siapa yang bertanggungjawab membiayai pengobatan. Saat ini, dokter baru memberikan pertolongan pertama pada keduanya.
"Status mereka sekarang belum menjadi pasien rawat inap karena masih menunggu keputusan penanggung jawabnya. Kami sarankan secepatnya saja," ujar Penanggung Jawab Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Puri Mandiri Kedoya, Dr Inanto Widjaja, Jakarta, Senin ( 13/7 ).
Menurut hasil pemeriksaan dokter, Haryo mengalami patah tulang di tulang selangkangan, dan Jumari mengalami patah tulang di ruas tulang belakang. Kondisi keduanya relatif stabil. Namun, lanjut Dr Inanto, akan berbahaya jika tidak segera diambil tindakan untuk menangani patah tulang mereka. Terutama bagi Jumari.
"Paling parah, dia akan mengalami kelumpuhan. Kalau Haryo, lebih mudah untuk mengobatinya," kata Dr Inanto.
Sementara, secara psikologis, keduanya masih mengalami trauma karena melihat teman-temannya terpanggang api. "Mungkin mereka ada yang tahu temannya meninggal," jelasnya.
Menurut dia, pemilik rumah makan tempat Juwari dan Haryo sempat datang ke ruang UGD RS Puri Mandiri Kedoya. "Tapi pulang lagi, cuma menanyakan keadaan pegawainya," tuturnya.


