Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 14 Februari 2012 | 18:30 WIB
Korban Kebakaran Sempat Tahan Gas Bocor Pakai Tangan
Rita Ayuningtyas | Senin, 13 Juli 2009 | 15:26 WIB
|
Share:

Rita Ayuningtyas
Rumah Makan Soto Lamongan di Jalan Kedoya Raya No. 11, Jakarta Barat, Senin (13/7). Kebakaran tersebut mengakibatkan 7 orang meninggal.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di Rumah Makan Soto Lamongan, Jalan Kedoya Raya, Jakarta Barat.

Hasil pemeriksaan sementara Puslabfor menyatakan kebakaran terjadi karena tabung gas bocor. Tabung gas yang bocor itu merupakan tabung yang baru dibuka untuk menggantikan tabung yang habis gasnya.

Kepala Kepolisian Sektor Kebon Jeruk Komisaris Hendra Gunawan mengatakan, peristiwa kebakaran itu bermula saat Suwarni dan Suriah memasak di dapur. Pada saat itu, air telah dimasak di atas sebuah kompor. Sementara itu, Suwarni sedang mengganti tabung gas yang habis dengan tabung gas baru.

Saat tabung gas dibuka, gas pun menyembur. "Kemungkinan ada beberapa faktor yang menyebabkan tabung bocor. Entah seal atau pentilnya. Hasil temuan ini akan dipadukan dengan keterangan dari saksi-saksi," ungkapnya.

Mengetahui tabung gas bocor, Suwarni pun menutupinya dengan tangan. Dia juga meminta bantuan Suriah. Mereka menutupi kebocoran itu sekitar 5-7 menit sehingga gas yang bocor memenuhi ruangan.

"Dengan tekanan gas 9,8 bar, mereka tidak kuat menahan kebocoran. Akhirnya api pun menjalar. Saya juga sempat menanyakan mengapa tidak dimatiin api di kompor yang satunya. Mungkin mereka panik," ujarnya.

Satu orang yang berada di dekat dapur bernama Rani, lanjutnya, langsung melarikan diri begitu tahu api membesar. Malangnya, Suwarni dan Suriah terjebak dalam api di dapur. Oleh karena itu, kepolisian mengambil kesimpulan, tidak ada unsur kesengajaan dalam kebakaran ini.

Sampai saat ini, sudah ada 14 saksi yang diperiksa di Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Termasuk, kata dia, saksi Rina yang juga merupakan pegawai di Rumah Makan Soto Lamongan itu. Menurut keterangan Rina, bunyi gas bocor itu tidak lagi mengisis. "Bukan sssttttt lagi bunyinya. Sudah lebih besar lagi," katanya.

Advertorial
»