JAKARTA, KOMPAS.com — Tim dokter forensik RSCM menyatakan, tujuh orang korban tewas dalam musibah kebakaran Rumah Makan Soto Lamongan di Kedoya, Jakarta Barat, murni dikarenakan terbakar, bukan karena kehabisan oksigen.
"Ketujuh korban meninggal murni karena terbakar hidup-hidup, bukan karena karena kehabisan oksigen," kata salah seorang staf forensik RSCM, Dr Swasti Hertian, SpF, kepada wartawan di RSCM, Jakarta, Senin (13/7).
Menurutnya, ketika pihak RSCM menerima ketujuh jenazah pagi tadi, semua jenazah berada dalam keadaan hangus terbakar. Namun, saat tiba di RSCM masing masing jenazah telah diberi nama oleh pihak kepolisian. Ia juga mengaku, ketujuh jenazah saat ini telah selesai diperiksa, visum, oleh bagian forensik dan siap untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban. Karenanya, pihaknya saat ini hanya tinggal menunggu keputusan dari pihak kepolisian.
"Apakah akan dilakukan otopsi sebelum diambil keluarga, karena permintaan dari kepolisian hanya visum saja," ujarnya.


