Jakarta, Kompas.com — Wali Kota Jakarta Barat Djoko Ramadhan melakukan razia atau sweeping terhadap instalasi listrik sebagai langkah antisipasi kasus kebakaran. "Kami tengah melakukan sweeping terhadap instalasi listrik yang tidak baik untuk mencegah risiko kebakaran," ujar Djoko di Jakarta, Senin.
Ia menyatakan, sweeping untuk Jakarta Barat penting karena kawasan itu merupakan daerah padat penduduk. Kondisi padat penduduk dikhawatirkan memicu pemasangan kabel listrik yang tidak beraturan dan korsleting yang bisa berakibat kebakaran. Saat ini, Djoko menyebut, satu hektar lahan di Jakarta Barat bisa ditempati hingga 1.500 jiwa, padahal idealnya satu hektar hanya dihuni sekitar 300 jiwa.
"Permukiman padat, instalasi listrik tumpang tindih. Lingkungan juga terdegradasi, banyak yang tak layak huni," ujarnya. Dengan sweeping yang dilakukan aparatnya, Joko berharap, frekuensi kebakaran akibat listrik bisa berkurang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Paimin Napitulu menyebutkan, dua penyebab kebakaran paling banyak di Jakarta adalah karena listrik dan kompor. Paimin menyatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PLN tentang sambungan kabel listrik yang "asal jadi". Namun, PLN menyatakan, itu merupakan tanggung jawab dari pemasang kabel, bukan lagi tanggung jawab PLN.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap bahaya kebakaran. Saat renovasi rumah, kata Fauzi, jangan menggunakan bahan-bahan yang tidak diizinkan. "Misalnya kabel-kabel yang isolatornya sudah terkelupas itu kan enggak boleh dipasang. Yang dipasang harus yang bersertifikat," katanya di Balaikota, Senin.
