Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 04:31 WIB
Rapat Ditemani Nasi Uduk Daun Pisang, Mau?
| Jumat, 17 Juli 2009 | 07:57 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat dengan lunch atau dinner di restoran besar dengan konsep eksklusif mungkin sudah biasa. Menu yang disajikan juga tergolong mewah dan belum tentu bisa diterima lidah. Ingin mencoba konsep ndeso dengan menu tradisonal?

Tak ada salahnya jika sekali-kali mampir di Rumah Makan Nasi Uduk daun Pisang dengan menu murah meriah. Rapat sambil ditemani nasi uduk daun pisang, rasanya bagaimana ya?

Jika melewati Jalan Balap Sepeda 45 Rawamangun, Jakarta Timur, longoklah sebentar ke rumah makan yang baru buka selama enam bulan ini. Suasana tradisional tampak dari temboknya yang dibalut bilah bambu dengan cat vernis yang menambah kesan elegan. Ada satu yang menjadi daya tarik rumah makan ini yaitu, menu spesial nasi uduk yang dibalut daun pisang menambah suasana ndeso makin terasa.

Nilai jual dari rumah makan ini memang rasa nasi uduk yang dibalut daun pisang muda. Ada yang membedakan rasa dan aroma dari nasi uduk pada umumnya, aroma wangi rempah yang ada langsung tersebar begitu balutan daun pisang dibuka.

Untuk mendapatkan aroma rasa nasi uduk yang gurih dan wangi ternyata tidaklah mudah. Setiap warung nasi uduk memiliki takaran bumbu tersendiri untuk mendapatkan rasa yang sesuai dengan karakter warung nasi uduknya. Bahkan pembuatannya pun juga harus benar-benar diperhatikan agar tetap mampu mempertahankan kelezatannya.

Seperti pembuatan nasi uduk yang dilakukan rumah makan ini, pembuatannya mengadopsi cara membuat dodol Betawi. "Rasa nasi uduk kami sangat spesial karena dibuat dengan cara yang khusus," terang Samingun, juru masak di Rumah Makan Nasi Uduk Daun Pisang.

Nasi yang sudah dicuci bersih, dimasukkan dalam satu panci besar dan disiram santan. Kemudian diaduk hingga santan meresap rata ke dalam setiap bulir nasi. Selanjutnya, dilakukan tahap pemberian bumbu. Daun salam dan sereh yang sudah ditumbuk dimasukkan sambil terus diaduk di atas kompor dengan api sedang hingga rempahnya terlihat kering.

Cara seperti ini, membuat seluruh rempah menyatu sempurna ke dalam nasi uduk. Jika sudah masak, nasi uduk dibiarkan sebentar hingga hangat. Tahap berikutnya, nasi dibungkus dengan daun pisang dan dikukus untuk menjaga kehangatannya.

Jika ingin mencicipi nasi uduk daun pisang, belum lengkap jika tanpa lauk yang sesuai. Untuk teman nasi uduk, bisa mencoba menu tongseng, ayam kampung, daging, goreng, ati ampela, ikan bawal, lele goreng, atau udang goreng. Disarankan untuk mencoba menu di rumah makan ini, lebih baik dilakukan usai rapat. Karena begitu makan, siapa pun yang mencicipinya bakalan ketagihan dan bisa melupakan agenda rapatnya.

Dengan bangunan dua lantai, Rumah Makan Nasi Uduk dapat memuat puluhan peserta rapat dalam satu ruangan. Lantai satu dapat memuat peserta hingga 50 orang. Sedangkan di lantai dua yang berfungsi sebagai private room, hanya bisa memuat hingga 20 orang.

Ruang rapat lengkap dengan pendingin ruangan ini disediakan gratis, pengunjung hanya dikenai biaya makan dari menu yang telah dipesan. "Untuk ruangan gratis, cuma hitungannya makan saja. Habisnya (makan) berapa itu yang dibayar," jelas Samingun gamblang.

Harga Menu:

1. Nasi uduk daun pisang Rp 2.000
2. Tongseng Rp10.000
3. Ayam kampung goreng Rp 8.000
4. Daging goreng Rp 6.000
5. Ati ampela Rp 5.000
6. Ikan bawal Rp 5.000
7. Ikan lele Rp 5.000
8. Udang goreng Rp 7.000