Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 15:13 WIB
Australia Tawarkan Bantuan Ungkap Bom Marriott dan Ritz
Rosdianah Dewi | Sabtu, 18 Juli 2009 | 17:54 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Luar Negeri Australia, Stephen Smith memberikan keterangan pers seputar pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda di Gedung Departemen Luar Negeri RI, Jakarta, Sabtu (18/7). Kedatangannya untuk membahas kasus ledakan bom di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott, Jakarta yang turut menewaskan warga negara Australia.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com-Pemerintah Australia melalui Menteri Luar Negeri Stephen Smith menawarkan bantun kepada pemerintah Indonesia untuk mengungkap kasus pengeboman di hotel Ritz Carlton dan JW Marriott.

"Bagi kami Indonesia bukan hanya tetangga, tapi sudah menjadi sahabat," ujar Smith dalam konferensi pers di Gedung Departemen Luar Negeri, Jakarta, Sabtu (18/7).

Jika diperlukan, lanjut Smith, pemerintahnya akan memberikan bantuan untuk proses identifikasi dan perawatan korban. Bagi korban yang mengalami luka bakar dapat dirawat di Australia. "Untuk identifikasi kami sangat siap membantu, polisi Australia telah mempunyai banyak pengalaman," ujar Smith.

Smith mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Australia pada 7 Februari 2002 dan perjanjian Lombok-Perth, 26 November 2006. Isi perjanjian tersebut adalah bekerja sama melawan teroris, melalui pertukaran informasi, termasuk informasi intelejen. 

Selain itu, bantuan ini juga diberikan untuk membalas kebaikan pemerintah Indonesia telah membantu Australia dalam menghadapi kebakaran semak belukar belum lama ini. 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Hassan Wirajuda memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas tawaran tersebut. Ia berjanji akan melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait. "Pemerintah RI menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pernyataan simpati dan dukungan yang ditawarkan oleh negara sahabat dan dunia internasional," terangnya.