Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 15:18 WIB
Nasir Tak Yakin Anaknya Pengebom Marriott
IGN sawabi | Minggu, 19 Juli 2009 | 15:09 WIB
|
Share:

AP PHOTO/DITA ALANGKARA
Polisi memeriksa lokasi ledakan bom di hotel JW Marriott di Jakarta, Jumat (17/7).

TERKAIT:

TEMANGGUNG, KOMPAS.com — Muhammad Nasir (60), ayah Nur Sahid, tersangka pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott di Jakarta, mengatakan, tidak yakin anaknya terlibat aksi terorisme tersebut.
     
"Saya harap itu bukan anak saya, saya harapkan itu kabar keliru," katanya dalam bahasa Jawa dengan didampingi salah seorang di antara enam anaknya, Safrudin (31), di Temanggung, Minggu.
     
Ia mengatakan, Nur yang merupakan anak ketiga dari enam anaknya itu lahir pada 24 Juli 1974. Sejak tahun 2001, katanya, dia tidak pulang ke rumah bersama istri dan dua anaknya.
     
Nur menikahi istrinya pada 1999. Setelah pernikahan itu, katanya, dia tinggal di rumah mertuanya di Klaten, Jateng. "Sebelum tahun 2001, sering pulang ke rumah, apalagi saat Lebaran, tetapi setelah itu kami tidak tahu," katanya.
     
Pihak keluarga beberapa waktu lalu pernah mencari keberadaan Nur Sahid, termasuk menemui pihak besan di Klaten. Pihak keluarga di Klaten, katanya, juga tidak mengetahui keberadaan Nur Sahid dengan istri dan dua anaknya setelah tahun 2001.
     
"Kami mendapat kabar kalau Nur menjadi tukang duplikat kunci di Semarang, kami mencarinya tetapi tidak menemukan, keluarga Klaten juga mengatakan mereka tidak pernah pulang," katanya.
     
Nasir mengaku, pada Sabtu (18/7) tengah malam didatangi dua polisi setempat dengan didampingi Kepala Dusun Katekan, Desa Katekan, Kukuh Riyanto dan seorang tokoh masyarakat setempat, Subawandi.
     
"Mereka menanyakan data keluarga di sini, tetapi tidak ada pemberitahuan resmi dari aparat kalau anak kami terlibat, saya yakin tidak terlibat," katanya.
     
Ia mengharapkan Nur segera mengontak pihak keluarga di Temanggung. Nasir yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu tinggal di RT 01 RW 03 Dusun Katekan, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, di kawasan timur lereng Gunung Sindoro.
     
"Empat anak saya tinggal di Temanggung, yang satu (Safrudin), di Kendal, yang paling jauh (Klaten) Nur, tetapi setelah tahun 2001 tidak pulang," katanya.
     
Teror bom terjadi pada Jumat (17/7) pagi dalam waktu relatif bersama, di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton, di kawasan bisnis Mega Kuningan, Jakarta, mengakibatkan sejumlah orang tewas serta puluhan lainnya luka-luka.

Sumber :
Ant