Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 08:06 WIB
Pelaku Bom Kuningan Ber-KTP Palsu
Hindra | Senin, 20 Juli 2009 | 16:10 WIB
|
Share:

RUMGAPRES/ABROR RIZKY
Petugas Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri melakukan olah TKP di titik ledakan bom di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memastikan bahwa pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott pada Jumat (20/7) pagi menggunakan KTP DKI Jakarta palsu. Dengan demikian, pelaku ataupun si pemilik KTP tersebut bukan warga Ibu Kota.

Seperti diberitakan, pelaku menginap di Hotel JW Marriott sejak 15 Juli sebelum meledakkan hotel mewah tersebut. Pelaku tersebut menyerahkan KTP dengan nama Nurdin Aziz dan beralamat di Kelurahan Pondok Pinang RT 10 RW 07, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Namun, setelah dicek, ternyata alamat tersebut salah. "Tidak ada RT 10 di Pondok Pinang. Paling tinggi hanya RT 07. Jadi, mungkin dia bikin KTP-nya di langit," ujar Fauzi Bowo yang akrab dipanggil Bang Foke kepada para wartawan, Senin di Jakarta.

Foke tidak ingin berkomentar banyak ketika ditanya apakah KTP yang dititipkan pelaku ke resepsionis Marriott dikeluarkan oleh stafnya di tingkat kelurahan. "Saya belum lihat," ujar Foke.

Terkait situasi di Jakarta, mantan wakil Gubernur DKI pada era Gubernur Sutiyoso ini mengatakan, saat ini semakin berangsur normal. Hingga Senin pukul 12.00, jumlah turis yang datang ke Jakarta sekitar 2.700 orang, sementara yang pergi meninggalkan Jakarta sekitar 2.600 orang. "Tidak ada peningkatan atau penurunan yang drastis," ujarnya.

Gubernur DKI berharap, suasana bisnis di Jakarta, khususnya di Mega Kuningan, dapat sepenuhnya berjalan seperti sedia kala.