JAKARTA, KOMPAS.com — Tepat seminggu pascapeledakan di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, hari ini (Jumat, 24/7), tak ada ritual khusus mengenang peristiwa tersebut di lokasi kejadian kawasan Mega Kuningan Jakarta.
Berdasarkan pemantauan di lokasi pagi ini, tidak ada kegiatan berarti di lokasi tersebut. Seperti hari-hari yang lalu, di sekitar TKP masih terlihat puluhan petugas kepolisian berjaga. Sementara para karyawan dua hotel tersebut pun sudah beraktivitas seperti biasa, meski garis polisi masih terpasang di sekitarnya. Karangan bunga dukacita pun masih terpajang di sana.
Pada hari kejadian, ledakan pertama meletus di Hotel JW Marriott, kemudian disusul ledakan kedua di Restoran Airlangga Hotel Ritz-Carlton. Akibatnya, 9 orang tewas dan 53 orang luka-luka. Untuk korban tewas, lima jenazah sudah teridentifikasi (4 WNA dan 1 WNI). Sedangkan dua jenazah dengan kepala terputus dari tubuh yang merupakan pelaku bom bunuh diri serta dua jenazah WNA belum dapat teridentifikasi dan masih berada di RS Polri Jakarta.
Di sisi lain, petugas kepolisian masih mencari penata bunga di Hotel Ritz-Carlton, Ibrahim, yang hilang sejak peledakan tersebut. Selain itu, kepolisian juga masih mencari pembawa troli bertuliskan florist yang terekam di CCTV Hotel Ritz-Carlton.
Lelaki itu terlihat masuk melalui pintu yang biasa digunakan para karyawan sekitar lima menit sebelum ledakan sambil membawa tas hitam besar yang diletakkan di atas troli tersebut.
