Rita Ayuningtyas | Rabu, 19 Agustus 2009 | 19:44 WIB
|
Share:
Rita Ayuningtyas
Rumah di Kompleks Garuda blok C1 No. 6A RT 06/16, Kampung Melayu, Teluk Naga, Tangerang Banten, mendadak menjadi tontotan warga pada Rabu (19/8) sore. Rumah tersebut terdeteksi sebagai alamat terakhir Mohammad Syahrir, salah satu buron polisi terkait terorisme. Akibatnya, jalan di sekitar rumah itu macet.
Rita Ayuningtyas
Rumah di Kompleks Garuda blok C1 No. 6A RT 06/16, Kampung Melayu, Teluk Naga, Tangerang Banten, mendadak menjadi tontotan warga pada Rabu (19/8) sore. Rumah tersebut terdeteksi sebagai alamat terakhir Mohammad Syahrir, salah satu buron polisi terkait terorisme. Akibatnya, jalan di sekitar rumah itu macet.
Rita Ayuningtyas
Rumah di Kompleks Garuda blok C1 No. 6A RT 06/16, Kampung Melayu, Teluk Naga, Tangerang Banten, mendadak menjadi tontotan warga pada Rabu (19/8) sore. Rumah tersebut terdeteksi sebagai alamat terakhir Mohammad Syahrir, salah satu buron polisi terkait terorisme. Akibatnya, jalan di sekitar rumah itu macet.
TANGERANG, KOMPAS.com - Menyusul pengumuman polisi tentang empat orang yang dinyatakan sebagai buron karena diduga terkait peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, warga pun berdatangan ke rumah yang disebut sebagai alamat terakhir M Syahrir, salah satu buron.
Sepanjang Rabu (19/8) tadi, warga terus berdatangan ke Kompleks Garuda untuk melihat dari dekat rumah di Blok C1 RT 06/16, Kampung Melayu, Teluk Naga, Tangerang Banten, yang pernah dikontrak Syahrir dan keluarganya.