Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 14 Februari 2012 | 19:50 WIB
Buronan Kasus Terorisme Sangat Mungkin Bersembunyi di Surakarta
Sri Rejeki | Kamis, 20 Agustus 2009 | 21:19 WIB
|
Share:
Rosdianah Dewi
DPO pertama adalah Syaifudin bin Djaelani Irsyad alias Ustad Syaifudin Zuhri alias Udin alias Soleh. Ciri-ciri pria bersuku Jawa tersebut adalah tinggi badan 165 cm, bentuk kepala bulat, bentuk alis sedang, warna mata, bentuk bibir tebal. Terdapat ciri khusus yaitu kantung mata berwarna hitam. Alamat terakhir pria tersebut di Perum Telaga Kahuripan, Parung, Bogor, Jawa Barat. Syaifudin Zuhri, berperan sebagai perekrut pengebom bunuh diri.
Foto:

TERKAIT:

 

SOLO, KOMPAS.com - Beberapa buronan kasus terorisme diduga bersembunyi di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Ini diindikasikan dari terdapatnya beberapa jaringan terorisme di wilayah ini. Wilayah eks Karesidenan Surakarta juga diduga menjadi sasaran perekrutan jaringan baru pascalolosnya gembon g teroris Noordin M Top.

Ini diungkapkan Kepala Bagian Operasi Kepolisian Wilayah Surakarta Ajun Komisaris Besar Eka Wahyudianta mewakili Kepala Polwil Surakarta Komisaris Besar Eddy Subagyo dalam acara silaturahmi dengan kepala daerah se-eks Karesidenan Surakarta di kantor Majelis Tafsir Al Quran, Kamis (20/8). " Sangat mungkin para DPO itu berada di sini karena Surakarta menjadi basis kegiatan dan persembunyian para kelompok teroris," kata Eka.

Meski demikian, Eka tidak bersedia mengungkapkan berapa buronan yang diburu di wilayah Surakarta. Tercatat nama Maruto dari Klaten yang diduga tokoh penting dalam jaringan Noordin M Top dan Bagus Budi Pranoto yang pernah menetap di Solo.

Bagus tercatat sebagai satu dari empat buronan bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono, dua orang yang ditembak oleh polisi di Jati Asih, Bekasi tercatat sebagai warga Solo.

 

 

Advertorial
»