Buronan Kasus Terorisme Sangat Mungkin Bersembunyi di Surakarta
Sri Rejeki | Kamis, 20 Agustus 2009 | 21:19 WIB
|
Share:
Rosdianah Dewi
DPO pertama adalah Syaifudin bin Djaelani Irsyad alias Ustad Syaifudin Zuhri alias Udin alias Soleh. Ciri-ciri pria bersuku Jawa tersebut adalah tinggi badan 165 cm, bentuk kepala bulat, bentuk alis sedang, warna mata, bentuk bibir tebal. Terdapat ciri khusus yaitu kantung mata berwarna hitam. Alamat terakhir pria tersebut di Perum Telaga Kahuripan, Parung, Bogor, Jawa Barat. Syaifudin Zuhri, berperan sebagai perekrut pengebom bunuh diri.
Rosdianah Dewi
Mohamad Syahrir alias Aing, pria kelahiran Jakarta 25 Juli 1968 ini bersuku bangsa Sunda. Mohammad Syahrir mempunyai ciri fisik tinggi badan 165 cm, bentuk kepala bulat, warna mata hitam, bentuk alis tipis, bentuk bibir tipis. Pria tersebut tidak mempunyai ciri khusus. Mohamad Syahrir memiliki paspor dengan no. A. 167383, nomor paspor tersebut masih berlaku. Pria tersebut memiliki dua alamat terakhir di Komplek Garuda Blok C1 No. 6 Rt. 06/16 Kp. Melayu Teluk Naga, Tangerang Banten. Alamat ke dua di Jl. Giring-giring II/04. Rt. 09/10 Sukmajaya. Depok Jakarta, Barat.
Rosdianah Dewi
Bagus Budi Pranoto alias Urwah. Pria kelahiran Kudus, 2 November 1978 bersuku Jawa. Urwah memiliki ciri fisik tinggi badan lebih dari 160 cm, bentuk kepala lonjong, warna mata hitam, bentuk alis tebal bentuk bibir tebal. Ciri-ciri khusus pria tersebut, memiliki tahi lalat di bawah bibir sebelah kiri dan memiliki noktah pada pelipis sebelah kiri.
Rosdianah Dewi
Ario Sudarso alias Suparjo Dwi Anggoro, alias Aji alias Dayat alias Mistam Husamudin. Pria tersebut memiliki dua tanggal lahir, yaitu Tegal, 22 Januari 1973 dan Kendal, 20 Maret 1973. Ario Sudarso memiliki ciri fisik, tinggi badan lebih dari 165 cm, bentuk kepala lonjong, warna mata hitam, bentuk alis tebal, bentuk bibir tebal. Ciri khusus pada pria tersebut adalah memakai kacamata.
SOLO, KOMPAS.com - Beberapa buronan kasus terorisme diduga bersembunyi di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Ini diindikasikan dari terdapatnya beberapa jaringan terorisme di wilayah ini. Wilayah eks Karesidenan Surakarta juga diduga menjadi sasaran perekrutan jaringan baru pascalolosnya gembon g teroris Noordin M Top.
Ini diungkapkan Kepala Bagian Operasi Kepolisian Wilayah Surakarta Ajun Komisaris Besar Eka Wahyudianta mewakili Kepala Polwil Surakarta Komisaris Besar Eddy Subagyo dalam acara silaturahmi dengan kepala daerah se-eks Karesidenan Surakarta di kantor Majelis Tafsir Al Quran, Kamis (20/8). " Sangat mungkin para DPO itu berada di sini karena Surakarta menjadi basis kegiatan dan persembunyian para kelompok teroris," kata Eka.
Meski demikian, Eka tidak bersedia mengungkapkan berapa buronan yang diburu di wilayah Surakarta. Tercatat nama Maruto dari Klaten yang diduga tokoh penting dalam jaringan Noordin M Top dan Bagus Budi Pranoto yang pernah menetap di Solo.
Bagus tercatat sebagai satu dari empat buronan bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono, dua orang yang ditembak oleh polisi di Jati Asih, Bekasi tercatat sebagai warga Solo.