Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 16:36 WIB
Dirampok Saat Hendak Sahur, CRV Bablas
Ratih P Sudarsono | Rabu, 2 September 2009 | 13:08 WIB
|
Share:

ilustrasi perampok

BOGOR, KOMPAS.com - Lima orang laki-laki merampok di rumah Ahmad Johar di Jalan Kenari, Perumahan Bojong Depok Baru, Keradenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu ( 2/9) sekitar pukul 03.00. Perampok yang bersenjata api itu merampas mobil Honda CRV tahun 2008 warna perak dan empat telepon seluler milik keluarga korban.

"Mereka melakukan kejahatannya sangat cepat. Kami tidak dapat berbuat banyak karena perampok tiba-tiba sudah masuk rumah, menodong saya dan menembakkan senjata apinya satu kali ke atas," kata Johan.

Saat itu Johan tengah menonton televisi dan istrinya, Evita, sedang sibuk di dapur menyiapakan hidangan untuk sahur. Dua anak mereka masih tidur. Johan yang asyik menyaksikan tayangan rohani, terusik karena mendengar suara-suara aneh dari garasi mobilnya. Dia pun melakukan pengecekan dan melihat dua laki-laki tidak dikenal tengah membuka pintu mobilnya. Johan pun meneriakinya rampok.

Para perampok tersebut dengan cepat masuk rumah. Dua orang melumpuhkan Johan dan dua orang melumpuhkan Evita. Johan yang ditodong sangat khawatir istrinya dianiaya, sehingga menuruti permintaan perampok, yakni menyerahkan kunci mobil, dompet berisi kartu identitasnya berikut STNK mobil, dan empat telepon seluler milik semua anggota keluarga.

Teriakan Johan sempat didengar beberapa warga, namun mereka pun tidak berani mendekat karena mendengar letusan senjata api. Peluru yang ditembakkan perampok itu melubangi langit-langit ruang tamu korban.

Saat mobil yang dikuasai perampok sudah berada di jalan depan rumah, korban sempat melemparkan dua batu besar dan mengenai badan dan kaca mobil. Perampok pun langsung tancap gas.

Korban dan warga yang sempat sekilas melihat para perampok, mengatakan tidak menduga mereka itu perampok. Sebab, penampilannya seperti orang baik-baik. Salah seorangnya berbusana seperti hendak pergi beribadah, apalagi ia berkopiah.

"Warga di sini sebetulnya sudah meningkatkan kewaspadaan. Namun, tetap kecolongan juga. Kami benar-benar tidak menyangka, orang yang kami lihat itu, ternyata komplotan rampok. Bulan puasa seperti sekarang, kami pikir mereka mau beribadah ke masjid, eh, ternyata merampok," kata Santo, warga setempat.