JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri angkat bicara soal Rani Juliani, gadis yang namanya menjadi terkenal sesaat setelah kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen terkuak, dan diduga melibatkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (nonaktif) Antasari Azhar.
Dalam salah satu bagian rapat kerja Komisi Hukum DPR dengan Kapolri di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (3/9) siang, Kapolri membantah tudingan yang menyebutkan Kapolri melakukan intervensi terhadap "saksi mahkota" tersebut. "Tidak benar diintervensi, tidak benar mereka (Rani) ditekan. Ini kan era transparansi, tidak mungkin hal seperti itu dilakukan. Semuanya akan terungkap di pengadilan," ujar Kapolri.
Menurut Kapolri, yang dilakukan pihaknya saat ini adalah mengamankan Rani dan keluarganya. Tindakan ini dilakukan Polri bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
Mahasiswi jurusan manajemen informasi STMIK Raharja angkatan 2008, yang menjadi caddy paruh waktu di padang golf Modernland, ini disebut-sebut menjadi pangkal masalah yang berbuntut pada pembunuhan suami sirinya, Nasrudin. Namun, sampai dengan hari ini, motif yang sebenarnya dari kasus pembunuhan berencana tersebut masih belum juga diungkap.


