Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 16:44 WIB
Diduga Selingkuhi Anak Tiri, Rumah Sah Dibakar Massa
M Suprihadi | Rabu, 9 September 2009 | 22:29 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/M SUPRIHADI
Ilustrasi Selingkuh

PANDEGLANG, KOMPAS.com — Sebuah rumah padepokan di Desa Sekong, Kecamatan, Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (8/9) malam, dibakar massa. 

"Saat ini pemilik padepokan bernama Sah (45) diamankan untuk dimintai keterangannya," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Pandeglang Komisaris Deni Okuwanto kepada wartawan di Pandeglang, Rabu. 

Menurut Deni, pembakaran padepokan Sah itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB oleh massa yang jumlahnya sekitar 75 orang warga Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang. Lokasi padepokan itu berada di sekitar hutan dan berjauhan dengan rumah penduduk setempat.

Kejadian ini, kata dia, tidak memakan korban jiwa, tetapi pemilik padepokan diamankan di Mapolres Pandeglang berikut delapan pengikutnya. 

Aksi pembakaran yang dilakukan warga itu dipicu kekesalan mereka karena Sah dinilai tidak menjalankan ajaran Islam seperti umumnya. Selain itu, kemarahan massa juga dipicu oleh perkawinan siri Sah dengan anak tirinya bernama Sw (18).

Sebelumnya, kata dia, Sah menikahi Dis (40) yang telah dikarunia tiga anak dari suami pertama. Namun, Dis terpaksa meninggalkan Sah yang sering tidur bersama Sw seperti layaknya suami istri.

Setelah ditinggalkan Dis, selanjutnya Sah menikahi Sw. Pernikahan dilakukan secara gaib, tanpa diketahui masyarakat dan tidak tercatat pada Kantor Urusan Agama (KUA).

Sw sendiri mengaku mau dinikahi mantan ayah tirinya karena merasa iba setelah ibunya meninggalkan Sah.

Meski sudah menikahi Sw, Sah rupanya masih juga tertarik pada anak tirinya yang lain bernama Int. Ia disebutkan beberapa kali mengajak kencan gadis ABG itu.

Int rupanya sangat tidak suka dengan kelakuan ayah tirinya. Ia kemudian mengadukan kelakuan Sah itu kepada pacarnya yang bernama Dn (20). Selanjutnya, Dn menceritakan apa yang dialami pacarnya itu kepada tokoh agama dan masyarakat hingga terjadilah pembakaran padepokan itu.

"Untuk sementara pembakaran ini hanya kekesalan warga dan kami belum memeriksa lebih jauh soal ajaran yang dikembangkan Sah," kata Deni.

Dia menyebutkan, Sah adalah warga Jakarta yang sudah lima tahun mendirikan padepokan di Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang. Para pengikutnya dari berbagai daerah di Jawa Barat dan DKI Jakarta dan setiap hari melaksanakan pengajian.

Menurut warga setempat, pengajian yang dikembangkan di padepokan itu ajaran Hakekok. "Saat ini kami belum menetapkan tersangka pembakaran ini," ujarnya.

Sumber :
Ant