JAKARTA, KOMPAS.com — Pada tahun 2016 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pengoperasian mass rapid transit (MRT) sebagai salah satu solusi bagi masalah transportasi di Jakarta. Namun, hingga kini masyarakat metropolitan dinilai minim informasi terhadap MRT. Apa kabar dengan proyek ini?
Ketua ASEAN Chartered Profesional Engineer Coordinating (ACPEC) Sulistyo Shidarto Mulyo mengatakan, sosialisasi mengenai masa depan MRT kurang sampai ke masyarakat. "Masih banyak masyarakat yang belum tahu MRT, padahal mereka akan banyak terlibat di dalamnya," tutur Sulistyo dalam diskusi bertajuk "Pemanfaatan Ruang Bawah Tanah Jakarta: Dilema atau Solusi?" di Jakarta, Senin (14/9).
Proses perencanaannya yang lambat juga turut memengaruhi lambannya informasi sampai kepada publik. Dia menilai, memang banyak aturan yang belum siap dan masih perlu dibenahi. "Itu masih harus dibenahi dulu. Pemda masih merasa ada hambatan pada aturan seperti swastanisasi kereta api dan pemanfaatan ruang seperti properti," tandasnya.
Menurut Sulistyo, masyarakat sendiri masih khawatir dengan pelaksanaan MRT karena akan menimbulkan persoalan seperti pembebasan tanah terkait jaringan yang ada, seperti telepon, listrik, air, dan gas. Selain itu, daya dukung tanah di Jakarta juga harus dipertimbangkan.

