Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 16:57 WIB
Anjing Pelacak dan Penembak Jitu di Bandara Soekarno-Hatta
R Adhi Kusumaputra | Selasa, 15 September 2009 | 14:44 WIB
|
Share:

KOMPAS/ R ADHI KUSUMAPUTRA
Suasana Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

TERKAIT:

TANGERANG, KOMPAS.com — Kepolisian  Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, mengunakan anjing pelacak untuk mencegah terjadinya aksi kriminal demi kenyamanan pemudik ke kampung halaman masing-masing.

"Selain menerjunkan petugas pengamanan berpakaian lengkap, kami juga siaga anjing pelacak agar aksi kriminal dapat dicegah," kata Kapolres Metro Khusus Bandara Kombes Guntur Setiyanto di Tangerang, Selasa (15/9).

Dia mengatakan, demi kenyamanan pemudik menggunakan jasa penerbangan, pihaknya menempatkan sebanyak 392 petugas berpakaian lengkap berikut senjata dan ada juga berpakaian preman memantau penumpang yang mudik atau transit.

Untuk pengamanan di terminal dalam negeri atau internasional, PT Angkasa Pura II, pengelola bandara terbesar di Indonesia, itu mempersiapkan 450 petugas yang siaga 24 jam.

Namun, anjing pelacak sangat membantu, terutama bagi pemudik yang membawa narkoba atau barang terlarang lainnya. Bahkan untuk mengantisipasi pengamanan, di kawasan bandara juga ditempatkan beberapa penembak jitu bila ada pihak yang ingin bertindak negatif dan membuat kondisi dan situasi menjadi kacau.

Dalam kunjungan mendadak, Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti, Senin (14/9), mengatakan, bila ada petugas maskapai penerbangan yang bekerja sama dengan calo tiket maka izin operasional akan dicabut.

Keberadaan para calo itu sangat dikeluhkan pengguna jasa penerbangan karena mereka menjual tiket dengan harga tinggi dan tidak wajar saat warga membutuhkan.

Guntur mengatakan, demi ketertiban dan pengamanan bandara maka pembelian tiket dengan jumlah besar tanpa mencantumkan identitas yang lengkap supaya tidak dilayani, hal itu salah satu cara menghindari aksi calo.

Demikian pula pada loket pengecekan nomor tempat duduk dan barang bawaan, penumpang harus menunjukkan identitas yang sama seperti tertera pada tiket.

"Jika penumpang hendak mudik dengan tiket orang lain maka maskapai penerbangan harus dapat menolak dan hal itu salah satu upaya menghentikan langkah calo di bandara," kata Guntur.

Sumber :
Antara